“Eh, gak usah,” ucap Naura mengelak. Tangannya memegang tangan Sky, hingga kahirnya kedua kulit itu menyatu. Sebuah sengatan yang mengahadirkan getaran listrik di hati dan pikiran Naura. “Kenapa? Setidaknya saya berkontribusi dalam pembuatan soto ini.” Sky masih tak mau kalah. “Kalau begitu bantu iris bawang merahnya untuk taburan.” “Ok.” Naura memberikan bawang merah dan pisau juga talenan pada Sky, lalu kembali berjibaku dengan kuahnya yang sudah mendidih. “Ngiris gini saja mudah lah untuk saya,” ucap Sky sombong. Lalu dimenit berikutnya ia mengeluh, matanya pedih dan mengeluarkan mata. Naura tersenyum dengan tingkah konyol Sky. Di mana ia justru mengucek matanya dengan tangan yang habis digunakan untuk mengiris bawang. Alhasih, mata itu semakin memerah dan pedih. “Kenapa mala

