“Maaf ya, Om. Pinjam Zi bentar saja.” Aga menarik lenganku dan membawaku pergi begitu saja. Menaiki ruang berlapis baja dan Aga menekan tombol di dalamnya. Ketakutanku kembali menyeruak, aku benar-benar hendak terjatuh ketika benda ini terasa bergetar. “Kamu tak apa, Zi?” tanya Aga sambil memegang lenganku, memastikan aku baik-baik saja, dan memberikan aku kenyamanan tersendiri. Tak selang lama pintunya pun terbuka, aku bergegas melangkah untuk segera ke luar dari tempat menakutkan itu, jujur lebih baik aku memilih menaiki tangga dari pada memakai lift itu kembali. Aku kesal Aku galau Aku kacau Aku cemburu karena kamu Aku cinta Tapi gengsi Aku rindu Ingin bertemu sama kamu Cinta yang membuatku begini Cinta yang buatku lupa diri Kau dimana kau berada Saat aku membutuhkan diri

