Part Naya 10

2062 Kata

“Mau kemana kau, Naya?” tanya Mama dengan nada sengit saat melihat aku menenteng tas di tangan. Setelah Kak Fausta berpamitan, aku memang sudah bertekad untuk kembali ke Aceh. Aku ingin memperjuangkan Garen, aku tidak terima dia membuangku begitu saja. Lihat saja, gara-gara Garen Mama yang dulu begitu lembut dan kerap membanggakanku kini menatapku dengan wajah bengis. Mungkin Mama menyalahkan aku atas kematian Papa, padahal aku saja menjadi korban dari kelakuan Garen yang tiba-tiba berubah. Mana mungkin Garen tahu semua affairku selama di Jogja. Aku tahu dia trauma dengan penerbangan ke pulau Jawa. Aku yakin semua foto yang dia dapatkan itu bukan hasil bidikannya langsung. Aku yakin itu, sangat yakin. “Jawab Mama, Naya! Kamu mau kemana!” bentak Mama mengulangi tanyanya dengan nada ketus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN