Part Naya 11

2101 Kata

Pagi ini aku dan Mama melakukan perjalanan udara ke Bener Meriah. Perjalanan pertamaku hanya berdua dengan Mama, setelah kepergian Papa. Aku mungkin akan menggantikan Papa untuk menemani Mama. Wajah Mama masih terlihat pucat, tapi Mama bilang itu karena kurang istirahat. Aku sebenarnya ingin mengundur saja kepergian kami. Hanya Mama meyakinkan kalau semua baik-baik saja, apalagi Abang Barata juga sudah membelikan kami tiket penerbangan paling pagi dari Kuala Namo menuju Bandar udara di Bener Meriah. “Naya, bisakah Garen memaafkanmu?” tanya Mama saat kami sudah berada di dalam pesawat. “Mama jangan khawatir, Aku pasti bisa menaklukan Garen dengan caraku. Dia tidak mungkin meninggalkanku, apalagi gara-gara ulah dia Papa meninggalkan kita. Tentu aku ingin meminta tanggung jawab Garen untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN