Aku Pulang

2117 Kata

Sekumpulan pemuda yang duduk berkumpul di depan salah satu kamar kos secepat kilat berhambur mendekati kami. Ah, aku mungkin bakal mati dikeroyok mereka kalau saja David maupun Pak Radith tidak menghentikan niatan mereka memukuliku yang nekad berbuat onar di kosan mereka. “Sorry,” desisku saat aku dan David sudah kembali duduk di bangku panjang di depan kamar kosnya. Aku tidak langsung pulang setelah hampir menyulut emosi para pemuda penghuni kosan ini. Bagaimana pun aku butuh David untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat aku memutuskan pergi dengan Naya dan kami berdua sepakat menonaktifkan ponsel. Naya memang sesekali mengaktifkan ponselnya untuk memberi kabar pada Garen. Sementara aku … aku malah lupa karena setelah bergelut dengan Naya, sudah dipastikan rasa lelah membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN