Sekarang masalahnya telah selesai. Saat pagi menjelang dan mentari mulai menyinarkan warna keemasannya, mata Mosa baru terbuka setengah. Perasaan lega itu membumbung di dalam hatinya dan masalah yang selama ini dirinya serta Prabu hadapi telah usai. Mestinya dari dulu saja Mosa berpikir secara waras jika membawa orang lain ke dalam pernikahannya nggak akan berdampak baik. Dan di dunia ini, tidak ada yang namanya cuma-cuma alias gratis. Apa yang menjadi keinginan kita selalu dibayar dengan setimpal. Semacam sistem barter zaman purba dan saling menguntungkan. Namun karena Mosa egois dan baru sadar jika dirinya takut kehilangan Prabu, maka menyingkirkan Daniah adalah jalannya. Tidak peduli bagaimana rencana yang telah mereka susun sebelumnya. Mosa hanya ingin memiliki Prabu seorang diri tan

