Kata hampir menjadi sangat horor untuk Gema. Kalau ingat kejadian yang hampir dirinya lakoni, buku kuduk Gema wajib meremang dan tangannya mengelusnya secepat mungkin. Hampir di sini benar-benar jadi musuh bebuyutan Gema yang harus segera dienyahkan dari dalam pikirannya. Gimana enggak? Hampir di sini punya banyak kejadian. Bahkan maksud dari hampir itu bejibun. Hampir khilaf, hampir selingkuh, hampir kembali ke jalan sesat dan hampir lupa kalau punya istri di rumah. Andaikan rem yang Gema punya nggak dipegang sekuat tenaga, kelihatannya hidup Gema bakal mirip kayak Prabu Setiawan yang blangsak. "Abang mikirin apa?" "Eh?" Gema menoleh saat Alara datang membawa sepiring singkong goreng dan juga es kopi mocca yang Gema minta. "Nggak ada, Yang, cuma kerjaan doang." Langsung Gema seruput

