"Aku nggak pernah iri sama temen-temen SMP aku yang udah pada nikah duluan." Alara bercerita di pagi hari yang cerah dengan mentari pagi yang menyinari bumi. Kedua tangannya terampil memasangkan kancing demi kancing pada lubang baju Gema. Sekarang setelah aktif di kantor, pagi hari Alara agak longgar. Samudera sudah dijemput oleh Mamanya dan Wiratmo, khusus hari ini saja, yang katanya mau diajak ke sebuah acara. Alara iyakan saja, sore nanti pulang kerja tinggal dijemput. "Kenapa nggak iri? Masa muda dengan pernikahan muda banyak yang mendambakan, Yang." Gema hanya menjawab sesuai fakta yang ada. Yang sering terjadi di lapangan memang demikian. Nggak peduli kalau ujungnya bakal blangsak atau tetap numpang hidup sama orang tua. Penting nikah dan nggak bikin malu keluarga. Nggak melakukan

