Keributan Di Hari Perayaan

2225 Kata
Suasana perjamuan mendadak hening ketika bangsawan Khe Han Ci berjalan ke arah dalam panggung arena pertarungan. Tuan-tuan pendekar yang kami hormati!! Kali ini aku Khe Han Ci memberanikan diri mengundang kawan-kawan dunia persilatan untuk menghadiri perayaan dan peresmian perusahaan pengawalan barang yang akan kami dirikan dan berpusat di kota sancang ini. Kami mendapat dukungan dari ketua perguruan harimau besi, ketua Tian Hou yang siap memberikan anggota-anggota yang terbaik dari perguruan harimau besi, dan kami juga mencari para pendekar yang mau bergabung dengan kami untuk menjalankan perusahaan yang kami dirikan ini, karna kami juga akan membuka banyak cabang di beberapa kota besar, maka kami membutuhkan banyak tenaga para pendekar yang mau bergabung, soal biaya tak usah khawatir kami semua akan membayar sesuai dengan kemampuan dan nama besar yang di sandang oleh pendekar itu. Kami sudah menyiapkan panggung untuk uji coba kemampuan, bagi para pendekar yang berminat bergabung bersama kami, silahkan mendaftar dengan unjuk kemampuan di panggung ini. Khe Han Ci merasa sangat terhormat karna ketua dari perguruan terbesar di daratan tiongkok juga hadir, ketua perguruan api suci, tuan Xin Cen atau lebih di kenal dengan sebutan si telapak api dan cucu nya Xiao Chen, yang juga sudah memiliki gelar bidadari merah, seorang tokoh muda yang tengan naik daun di kalangan dunia persilatan saat ini. Para hadirin bertepuk tangan sangat meriah, ketika si telapak api Xin Cen dan cucu nya Xiao Chen berdiri melambaikan tangan kepada para tamu undangan, lalu duduk kembali. Dan acara kemudian di pandu oleh seorang pemandu acara, yang menggantikan bangsawan Khe. Banyak para mendekar yang biasa berkelana mendaftar di perusahaan pengawalan barang milik Khe Han Ci, karena mereka tahu Khe Han Ci memang banyak membuka kongsi dagang di berbagai kota, perusahaan pengawalan barang yang akan didirikan pasti akan maju, dan itu yang membuat para pendekar yang biasa berkelana mau mendaftar menjadi anggota. Di hari pertama acara di buka, banyak pendekar-pendekar yang di terima oleh bangsawan Khe Han Ci. Malam hari nya suasana santai di tempat perjamuan di iringi suara lembut Ling Ling dan permainan musik yang di lakukan oleh kedua adik nya, membuat para tamu yang hadir terpesona. Khe An, Khe Hu dan Xiao Chen, yang sudah akrab mengajak Xing Zaolin semeja dengan mereka, karna satu meja memang di peruntukkan untuk di isi empat orang. Xing Zaolin tanpa banyak kata duduk satu meja dengan mereka, Xiao Chen melirik Xing Zaolin dan mengerutkan kening nya melihat baju yang di pakai oleh seorang busu yang duduk bersama nya. “Apa tuan muda ini kenalan bangsawan Khe?” Xiao Chen berkata, Xing Zaolin tak menjawab dan tampak seperti asyik menikmati merdu nya alunan musik yang di mainkan oleh tiga gadis rumah hiburan surga malam. “Maaf nona Xiao, tuan Xing Zaolin adalah busu dari ketiga gadis surga malam yang sedang bernyanyi,” Khe An berkata. “Oh busu rumah hiburan rupanya,” Xiao Chen berkata, dengan kesan bahasa yang merendahkan, Khe An dan Khe Hu merasa tak enak mendengar perkataan dari Xiao Chen, takut Xing Zaolin tersinggung, tapi tampak nya Xing Zaolin tak peduli dan hanya menganggukkan kepala sambil minum arak dan mendengarkan musik yang terdengar syahdu di telinga nya. Tian Hou dan orang-orang harimau besi, yang meja nya agak berjauhan berbisik kepada harimau emas, “Ini saat nya bagimu untuk membalas dendam,” Kacaukan saja acara perjamuan ini maka para tokoh besar yang hadir akan membasmi busu yang telah menewaskan adikmu itu, Tian Hou berkata. “Baik ketua, walaupun harus mati aku siap, asalkan bisa membalas dendam pada busu itu,” Harimau emas berkata, wajah nya mulai merah karna pengaruh arak yang ia minum. Harimau emas lalu berdiri dan berjalan ke arah meja di mana ke empat muda mudi itu berkumpul. “Hai busu c***l, kita bertemu kembali,” Harimau emas berkata, bau arak yang menyengat tercium ketika harimau emas bicara. Xing Zaolin tak menjawab perkataan dari harimau emas dan masih tetap asyik mendengarkan lagu-lagu yang di bawakan oleh Ling Ling. “Tuan Kim Hou, apa kau ingin mencari keributan di sini?” Khe An berkata, wajah pemuda itu sangat kesal karena merasa terganggu oleh harimau emas. “Maaf tuan muda Khe, aku berkata kepada busu kurang ajar ini, bukan kepada yang lain nya.” “Tapi kau membuat keributan di meja kami, apa kau tak melihat nona Xiao Chen ada di meja ini?” Khe An berkata sambil menatap tajam ke arah harimau emas. “Maaf tuan muda Khe..!! Sudah aku katakan aku hanya mempunyai urusan dengan busu itu, bukan dengan yang lain,” Harimau emas berkata sambil kedua tangan nya berada di atas meja dekat dengan Khe An dan Xing Zaolin. Para tamu undangan mulai melihat ke arah meja di mana Khe An, Khe Hu dan Xiao Chen beserta Xing Zaolin duduk. Kedua telapak tangan harimau emas masih berada di atas meja. Xing Zaolin lalu mengambil sumpit yang berada di meja nya, lalu dengan mata masih terlihat ke arah ketiga gadis surga malam yang sedang bernyanyi. Tanpa melihat ke arah meja, sepasang sumpit Xing Zaolin seperti mencari-cari daging kering teman minum arak yang terletak di atas meja. Sepasang sumpit lalu mencapit. Creeep, kreeakk. Lalu dengan sekali sentak, Xing Zaolin menarik sumpit nya. Arrgghh. Suara jeritan kesakitan terdengar, dan musik pun berhenti lalu semua mata memandang ke arah suara jeritan yang keluar dari mulut harimau emas. Xing Zaolin lalu melihat sumpit nya yang tengah mencapit jari kelingking harimau emas yang putus, Xing Zaolin mengerutkan dahi dengan mimik muka yang heran dan terlihat bingung, Xing Zaolin lalu berkata sambil menatap Khe An. “Kenapa dalam hidangan ada jari kucing,” Ujarnya. Semua mata memandang ke arah meja dimana terdapat, Khe An, Khe Hu, Xiao Chen dan Xing Zaolin, apalagi setelah melihat darah bercucuran dari tangan harimau emas yang teriak-teriak kesakitan akibat jari kelingking nya di jepit dan putus oleh sumpit Xing Zaolin yang memang di sengaja oleh pemuda itu. Harimau emas menatap tajam ke arah Xing Zaolin kemudian berjalan ke arah meja bangsawan Khe Han Ci dan ketua perguruan api suci, Xin Cen. “Bangsawan Khe dan ketua perguruan api suci, hamba mohon keadilan,” Harimau emas berkata. Dan perkataan harimau emas di dengar oleh semua tamu undangan yang ada di dalam ruangan itu. Tak lama setelah berkata, Tian Hou kemudian datang menghampiri anak buah nya, mengeluarkan botol kecil berisi bubuk obat untuk mengeringkan luka di tangan yang jari nya putus, oleh capitan sumpit Xing Zaolin. Lalu Tian Hou membantu harimau emas mengobati luka nya. Setelah beres mengobati, Tian Hou kemudian berkata, sambil memberi hormat. “Bangsawan Khe dan perguruan api suci, kami mohon keadilan, memang jika di pikir-pikir anak buah ku bersalah dan dalam keadaan mabuk!! Tapi apakah harus di hukum dengan membuat ia cacat seumur hidup?” Ujar Tian Hou. Bangsawan Khe lalu menatap ke arah Xin Cen, seakan meminta pendapat kepada orang yang paling di segani di dunia persilatan, mengenai permohonan yang di pinta oleh Tian Hou atas anak buah nya yang telah di lukai oleh Xing Zaolin. “Kemudian ini salah dan benar memang susah untuk di tentukan, Xiao Chen tadi kau berada di meja itu, menurutmu apa yang harus kakek lakukan?” Xin Cen berkata kepada cucunya. “Kakek, kenapa tidak dilakukan pibu saja.” Xin Cen mengangguk mendengar perkataan dari cucu kesayangan nya. Sementara itu Ling Ling juga menghampiri ke arah meja tempat Xing Zaolin berada tapi tak berkata. “Siapa yang menyuruh seorang busu berada di ruangan ini?” Bangsawan Khe berkata. Mendengar perkataan dari bangsawan Khe, Xing Zaolin kemudian menoleh menatap tajam ke arah bangsawan Khe yang sedang merayakan acara. Khe An wajah nya pucat, begitu pula dengan Khe Hu, yang langsung berdiri di depan paman nya. “Kami yang mengundang dia paman,” Khe An berkata, Khe Hu mengeluarkan tombak kecil dan bersiap. Xin Cen dan Xiao Chen terkejut melihat kedua kakak beradik itu seperti ketakutan dan berdiri di depan paman mereka. “Kenapa dengan kedua murid Dewa Tombak?” Seperti nya sangat takut terhadap busu itu, Xin Cen dan Xiao Chen berkata dalam hati. Begitu pula dengan bangsawan Khe yang bingun, ketika busu itu menatap nya, mendadak kedua keponakan nya langsung berdiri di depan nya. Tian Hou yang mendengar perkataan cucu ketua perguruan api suci terkejut, karna bukan pibu yang di inginkan, melainkan bangsawan Khe menyuruh orang-orang yang berada di dalam ruangan untuk meringkus busu muda itu. Wajah harimau emas pucat ketika mendengar dia harus pibu dengan busu itu, sejak melihat adik nya mati mengenaskan, walai sangat dendam tapi, berhadapan satu lawan harimau emas gentar, apalagi ketika dengan mudah jari kelingking nya putus hanya karna di jepit dan di tarik oleh sebuah sumpit bambu, nyali harimau emas semakin pecah jika harus berhadapan langsung dengan busu muda itu. Bangsawan Khe, busu ini adalah milik ibu angkat kami Nio Nio, dan busu ini yang mengawal kami datang dan pergi dari kota sancang. “Kalian aman dalam ruangan ini, dan kalian bertiga aku sewa untuk menghibur, kenapa kalian takut di dalam ruangan yang penuh dengan tokoh-tokoh hebat, dan harus membawa seorang busu ke dalam.” Hmm. “Bangsawan yang sombong,” Xing Zaolin berkata. Bangsawan Khe yang mendengar perkataan dari Xing Zaolin mengerutkan kening nya dan berkata, “Apa kau bilang.” “Kau bangsawan yang sombong,” Xing Zaolin berkata, busu juga manusia sepertimu, kau memang orang kaya tapi jika kau mati apa kau bisa membeli nyawa supaya kau hidup kembali?” Mendengar perkataan Xing Zaolin wajah bangsawan Khe langsung merah seperti di tampar, kata-kata Xing Zaolin sungguh mengena di hati bangsawan Khe. “Mulutmu tajam sekali busu tengik!! Kau seperti tak melihat tinggi nya langit dan dalam nya laut,” Kakek berwajah hitam itu berkata. “Aku tak ber urusan denganmu, lebih baik kau mundur,” Xing Zaolin berkata. Tuan cakar setan benar, mulut busu ini memang kurang ajar, Tian Hou berkata, memanas manasi kakek berwajah hitam yang di sebut Cakar Setan. “Apa kau bilang?” Cakar Setan berkata, “Dengan mengacau ketika aku ada di sini, itu sama saja kau ber urusan dengan ku.” Xing Zaolin diam mendengar perkataan Cakar Setan. Diam nya Xing Zaolin malah di artikan lain oleh Cakar Setan, harimau emas dan Tian Hou, mereka berpikir Xing Zaolin mulai ketakutan melihat Cakar Setan mulai ikut campur, karna Cakar Setan memang tokoh yang bengis dan salah satu tokoh dari golongan hitam yang sudah mempunyai nama besar, walaupun belum bisa di sebut datuk, atau seorang gembong. Xing Zaolin diam karna sedang memikirkan baik buruk nya ketika langsung menyerang ketiga nya, sebab ia pernah di beri tahu oleh kakek angkat nya Dewa Gila, jangan sekali-kali menunjuk kan kepada dunia persilatan bahwa ia adalah orang satu-satu nya yang tersisa dari Sekte Naga Merah, karna niat nya untuk membalas dendam akan banyak mendapat hambatan. “Busu tengik kenapa kau diam,” jika kau takut cepat merangkak di bawah kakiku, dan biarkan nanti aku yang mengawal tiga gadis surga malam ini. Cakar Setan berkata dan yang lain tertawa mendengar perkataan dari Cakar Setan. Xing Zaolin masih tetap diam. “Sudahlah!! Urusan ini selesaikan sampai disini, agar tidak mengganggu acara yang di adakan bangsawan Khe,” Xin Cen berkata ketika melihat Xing Zaolin tak menjawab, ada sedikit rasa simpati di hati Xin Cen saat melihat Xing Zaolin, yang menurutnya adalah pemuda yang pemberani. “Tunggu dulu ketua Xin Cen!! Bagaimana dengan urusan anak buahku?” Tian Hou berkata. “Bukankah tadi sudah di putuskan pibu, dan jangan melukai, jika tak mau pibu ya sudahi masalah ini,” Xin Cen berkata sambil menatap tajam ke arah Tian Hou. Xin Cen tahu bahwa harimau emas seperti takut kepada Xing Zaolin, begitu pula dengan kedua murid Dewa Tombak, tapi Xin Cen tak bisa memastikan sampai mana kehebatan busu muda ini, dan kenapa hanya diam ketika ia di hina oleh Cakar Setan, dan jika Cakar Setan sampai berani membuat keributan, ia pun tak akan tinggal diam. “Ketua Xin Cen, bukan kah pihak kami ada yang mau mewakili, yaitu tuan Cakar Setan,” Jadi kenapa kami harus takut dengan pibu!! Tian Hou berkata. “Aku tak mendengar Cakar Setan mau melakukan pibu kepada busu muda ini, Cakar Setan hanya memperingati busu ini hati-hati bicara, apa perkataanku salah?” Xin Cen berkata. Tian Hou terkejut dan baru menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Xin Cen memang benar, Tian Hou kemudian menatap Cakar Setan. Cakar Setan seperti mengerti apa yang ada dalam di pikiran Tian Hou. “Tuan Xin, aku ingin menantang busu ini untuk pibu,” Cakar Setan Berkata. Xin Cen mengerutkan dahi mendengar perkataan dari Cakar Setan Lalu Berkata. “Anak muda apakah kau setuju dengan pibu dengan orang ini?” Pasti tidak, di jawab oleh Tian Hou, Cakar Setan dan Harimau emas tertawa mendengar perkataan dari Tian Hou. “Ketua Xin Cen, apa pibu ini sampai mati?” Xing Zaolin berkata. Xin Cen tertegun mendengar perkataan dari Xing Zaolin, “Ternyata pemuda ini penakut,” Xin Cen berpikir, ketika mendengar perkataan dari Xing Zaolin. “Baru sekarang kau merasa takut bukan..!! Cakar Setan tertawa lalu berkata, tokoh golongan hitam itu berpikir sama dengan Xin Cen. “Aku hanya akan meminta kedua tangan mu saja anak muda, bukan nyawamu.” “Bagaimana anak muda?” Aku hanya menjadi penengah saja dalam hal ini,” Xin Cen berkata. “Ketua Cen..!! Bagaimana jika sampai mati saja “ Tapi dengan satu syarat,” Xing Zaolin berkata sambil mentap Xin Cen, kemudian beralih pandangan mata Xing Zaolin beralih menatap tajam ke arah Cakat Setan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN