Kejadian Memalukan

2444 Kata
Xing Zaolin melesat ke arah suara dua langkah kaki itu, tangan nya bergerak menyambar ke arah leher tapi di tangkis oleh tangan yang lembut, karna suasan agak gelap Xing Zaolin kemudian menangkap tangan itu lalu melemparkan nya, sedangkan bayangan satu lagi mundur tapi Xing Zaolin bergerak lebih cepat dan tiba di belakang bayangan itu. Xing Zaolin langsung mendekap, tangan kanan mencengkram ke arah leher, sementara tangan kiri memeluk dan meremas ke arah d**a, tapi Xing Zaolin langsung lompat mundur karna tangan kiri nya menyentuh sesuatu yang empuk. Sekilas setelah melihat orang itu, Xing Zaolin langsung melesat menjauh dan berlari ke arah penginapan, masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu kamar kemudian duduk sambil termenung. “Bagaimana jika dia melaporkan kejadian ini kepada ayah nya, bisa repot nanti,” Xing Zaolin berkata dalam hati. Sedangkan bayangan yang di lempar oleh Xing Zaolin mendekat, ke arah orang yang leher nya tadi di cengkram dan di remas d**a nya oleh Xing Zaolin. “Xiao Chen, kenapa kau diam saja, apa kau terluka?” Aku, aku tidak apa-apa!! Xiao Chen menjawab perkataan dari Khe Hu, kedua gadis itu ketika melihat Xing Zaolin selesai bertarung lalu pergi, tak lama setelah para tamu berlalu, kedua gadis itu menyusul ke arah Xing Zaolin pergi. Dan terjadilah kejadian di tempat gelap tadi. Dasar pemuda dusun, baru datang sudah main serang, Khe Hu berkata, Xiao Chen tak menanggapi perkataan dari Khe Hu. Gadis itu hanya termenung, selama ini Xiao Chen dari kecil selalu di hormati oleh orang-orang perguruan matahari, kakek nya Xin Cen sangat menyayangi Xiao Chen karna ibu Xiao Chen meninggal sewaktu melahirkan nya, dan ibu Xiao Chen adalah putri dari Xin Cen, sedangkan ayah Xiao Chen sehari-hari mengurus perguruan membantu kakek. Gadis cantik yang mendapat julukan bidadari merah, dan belum pernah tersentuh lelaki kini d**a nya telah di remas oleh Xing Zaolin, lelaki yang mencuri perhatian nya ketika di kenalkan oleh Khe Hu. Khe Hu lalu menarik tangan Xiao Chen dan mengajak nya masuk ke kediaman bangsawan Khe. Xing Zaolin di dalam kamar penginapan berusaha melupakan peristiwa yang terjadi di taman, kejadian nya begitu cepat dan berada di tempat gelap. “Apa gadis itu melihat wajahku?” Xing Zaolin berkata dalam hati. Ke esokan hari nya, pintu kamar Xing Zaolin di ketuk, dengan malas Xing Zaolin membuka pintu kamar, setelah melihat ketiga gadis berada di hadapan nya, Xing Zaolin berkata. “Mau apa kalian datang pagi-pagi ke kamarku?” “Kami semalam tak melihatmu ketika acara di lanjutkan di dalam gedung, pergi kemana kau semalam?” Ling Ling berkata. “Aku kembali ke penginapan,” Xing Zaolin berkata. “Tapi kemana wajah mu merah ketika berkata?” Ling Ling berkata sambil memperhatikan wajah Xing Zaolin. Hmm..!! “Kalian datang pagi-pagi hanya ingin menanyakan kemana aku semalam?” Xing Zaolin berkata sambil menatap ke arah Ling Ling. “Kami ingin berterima kasih padamu, karna kau telah menolong kami?” Ling Ling berkata sambil tersenyum manis. Kakak Xing, kami akan menghibur kakak Xing, Ling Leng berkata. “Aku masih ngantuk..!! Kalian keluar saja aku mau tidur,” Xing Zaolin berkata. “Aneh, seperti ada yang kau sembunyikan dari kami?” Ling Ling berkata sambil mengerutkan kening nya melihat Xing Zaolin. Kau selalu saja ingin tahu urusanku..!! Xing Zaolin berkata. “Apa kalian akan tampil lagi malam ini?” Ling Ling yang mendengar perkataan dari Xing Zaolin berkata. “Benar bukan, kau sedang ada sesuatu yang di pikirkan, bukankah kau tahu bahwa kami tampil dua kali sejak dari awal, dan nanti malam adalah malam terakhir acara.” Xing Zaolin diam ketika mendengar perkataan dari Ling Ling. “Pasti wanita,” Ling Ling berkata. Xing Zaolin batuk kecil ketika mendengar perkataan dari Ling Ling. “Sudah sudah, kalian keluar saja aku mau tidur..!! Apa kalian ingin menemani aku tidur?” Ujar Xing Zaolin. Ciiiiss..!! “Omonganmu makin ke sini makin tak beres saja,” Ling Ling berkata. Ketiga nya lalu pergi meninggalkan kamar Xing Zaolin. Sedangkan Xing Zaolin malas keluar kamar, makanan di pesan dan makan di dalam kamar nya. Sambil berlatih tenaga dalam jubah emas di kamar nya, tanpa terasa hari berganti senja. Malam ini adalah malam terakhir Ling Ling dan adik nya pentas di acara bangsawan Khe. Dan jika tak ingin istirahat di kota sancang, rombongan pagi-pagi akan berangkat pulang ke kota shiro. Xing Zaolin mondar mandir di dalam kamar nya, dia sedang bingung apakah ia akan datang ke tempat bangsawan Khe atau tidak, sejak kejadian di taman Xing Zaolin merasa tak enak, gara-gara dia terlalu curiga terjadi hal memalukan tapi waktu itu malam, dan sangat gelap Xing Zaolin berharap mereka tak mengenali wajah nya. Xing Zaolin melangkah ke arah pintu kamar, ketika mendengar suara pintu kamar nya di ketuk. Tok tok tok. “Kakak Xing!!” Xing Zaolin melihat Ling Leng tersenyum padanya. “Kakak Xing, kau di tunggu di bawah,” Ling Leng berkata. Xing Zaolin mengangguk ketika mendengar perkataan dari Ling Leng. “Ling Ling rupanya sudah siap,” Xing Zaolin berkata dalam hati. Ketika Xing Zaolin yang berada di belakang Ling Leng, ia melihat Ling Ling, Khe Hu dan Xiao Chen. Xing Zaolin langsung merapat ke sisi dinding kamar dan berkata dalam hati, “Mau apa mereka datang ke sini, apa mereka tahu bahwa aku pelaku nya,” Xing Zaolin mendengar nama nya di panggil oleh Ling Ling. Xing Zaolin lalu berjalan menghampiri mereka. Khe Hu dan Xiao Chen berdiri ketika Xing Zaolin datang. Selamat sore Xing Zaolin, Khe Hu berkata. Xing Zaolin memberi hormat sambil tersenyum. “Ketua Xin Cen mengundang Xing Zaolin ke tempat bangsawan Khe,” Khe Hu berkata. Khe Hu berkata kata seperti biasa dan seperti tak ada apa-apa dengan diri nya, seperti nya mereka tak melihat bahwa aku pelaku nya. Mereka bercakap ringan, Xiao Chen terkadang mencuri pandang ke arah Xing Zaolin, mata nya kadang saling menatap dan wajah kedua nya merah. “Kenapa tangan nona Khe?” Ling Ling bertanya ketika melihat Khe Hu meng gerak-gerak kan pergelangan tangan nya, dan terkadang dia pegang dengan tangan kiri. “Aku dan Xiao Chen kena sergap, tanganku kena cekal lalu di lemparkan.” “Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Xiao Chen,” Khe Hu berkata. “Dimana kalian kena sergap?” Ling Ling berkata sambil menatap ke arah Khe Hu dan Xiao Chen yang banyak menundukkan kepala. “Kami kena sergap di taman belakang,” Khe Hu berkata. “Apa kalian berdua ingat wajah orang yang menyergap kalian?” Ling Ling berkata. Khe Hu mengangguk, sambil menunjuk ke arah Xing Zaolin dan berkata. “Dia orang nya.” Xing Zaolin mengerutkan kening nya ketika telunjuk Khe Hu mengarah padanya. Akhirnya Xing Zaolin berkata setelah menarik nafas dalam-dalam. “Memang aku, aku pikir kalian adalah Cakar Setan dan teman nya.” Xing Zaolin berkata. Ciiis..!! “Apa aku dan Xiao Chen mirip setan? Khe Hu berkata sambil menatap tajam ke arah Xing Zaolin.” “Aku tak tahu itu kalian, jadi maaf saja.” Baik kami, aku sekali tangkap langsung kau lempar, lalu apa yang kau lakukan pada Xiao Chen? Khe Hu berkata. Wajah Xiao Chen merah dan hanya bisa diam. “Aku, aku menyuruh nya pulang, benar! Aku menyuruh nya pulang.” Xing Zaolin berkata. Hmm..!! Terdengar dengusan pelan dari Ling Ling, entah kenapa ia merasa cemburu ketika Xing Zaolin gagap menjawab pertanyaan Khe Hu. “Bohong.” Ling Ling berkata. “Tutup mulutmu! Apa kau berada di sana?” Xing Zaolin berkata. “Nona Xiao Chen apa benar perkataan nya?” Ling Ling kembali bertanya. “Benar,” Xiao Chen berkata sambil menunduk. “Jika bicara lagi, akan ku lempar kau keluar.” Xing Zaolin berkata sambil menatap tajam ke arah Ling Ling. Ling Ling langsung diam, ketika mendengar perkataan Xing Zaolin. “Baik, nanti aku akan menemui ketua Xin Cen, aku mau cari makan di luar.” Xing Zaolin berkata sambil berjalan keluar penginapan. Xing Zaoli menuju jalan raya, yang kiri dan kanan banyak rumah makan. Kedai arak dan penginapan, semua tempat ramai karna acara yang di adakan oleh bangsawan Khe. Xing Zaolin masuk ke sebuah rumah makan yang juga menjual arak. Setelah memesan makanan dan arak, Xing Zaolin melihat ke arah sekeliling. Banyak tamu di rumah makan ini, Xing Zaolin sudah mengganti seragam busu nya, baju dan celana tetap hitam dengan rambut tergerai, penampilan nya yang biasa memang tak menarik perhatian para tamu di rumah makan, jadi Xing Zaolin bebas melihat kemana saja tanpa di curigai. Xing Zaolin mendengar pembicaraan tentang diri nya, dan orang-orang mulai menyebut dirinya naga hitam, tangan kanan Nio Nio yang mempunyai rumah hiburan terbesar di kota shiro. Ketika hendak menyantap makanan yang sudah tersedia, Xing Zaolin menatap ke arah pintu masuk rumah makan, ketika melihat gadis cantik berpakaian merah masuk ke dalam. Xing Zaolin menarik nafas dalam-dalam, kemudian mulai menyantap makanan nya. Xing Zaolin ketika tengah asik menyantap makanan terdengar kursi di tarik dan helaan nafas seorang gadis. Xing Zaolin mengangkat kepala. “Mari makan bersama!” Setelah berkata Xing Zaolin menyantap kembali makanan nya. Gadis yang datang adalah Xiao Chen si bidadari merah. “Pelayan! Cepat sediakan sepuluh guci arak.” Xing Zaolin berhenti makan lalu menatap ke arah Xiao Chen. “Buat apa kau pesan banyak sekali arak?” Xing Zaolin berkata. “Buat minum,” Jawab Xiao Chen. Xing Zaolin mendengus mendengar perkataan dari Xiao Chen, lalu Xing Zaolin kembali menyantap makanan nya. Tiga orang pemuda tampan yang berpakaian mewah sedangkan yang dua lagi berpakaian seperti pendekar, menghampiri meja Xing Zaolin. “Bukankah nona Xiao Chen cucu dari ketua Xin Cen, ketua perguruan api suci?” Xiao Chen tak menjawab pertanyaan dari tiga kongcu itu. “Kami adalah tiga pedang kota sancang, aku pedang emas, dan kedua adik seperguruanku adalah pedang perak dan pedang kayu, apa boleh kami bergabung?” pedang emas berkata sambil memberi hormat kepada Xiao Chen. “Silahkan!” Xing Zaolin berkata menatap pedang emas. “Aku tak bicara denganmu, tapi dengan nona Xiao,” Pedang emas berkata. Xing Zaolin kembali menyantap makanan yang tersisa. Ketiga pemuda itu duduk setelah Xiao Chen mempersilahkan mereka. Kami adalah pendekar pedang tunggal, guru hari ini akan datang ke tempat bangsawan Khe, kebetulan mereka bersahabat, pedang emas terus berkata menarik perhatian bidadari merah, Xiao Chen. Tapi pandangan mata Xiao Chen menatap ke arah Xing Zaolin, yang tengah asik menyantap makanan yang tersisa. Ketika Xing Zaolin mengambil cawan arak, Xiao Chen juga ikut mengambil dan ketika Xing Zaolin minum, Xiao Chen juga meminum arak nya. Xing Zaolin mengerutkan kening melihat Xiao Chen. Pedang emas hati nya panas melihat mereka berdua, menurut nya ia lebih baik dari pemuda yang berpakaian biasa dengan rambut tergerai. Tapi kenapa Xiao Chen seperti nya malah menaruh perhatian pada pemuda itu. Beberapa kali Xing Zaolin minum arak di ikuti oleh Xiao Chen, wajah gadis itu merah akibat pengaruh arak, Xiao Chen memang tak biasa minum arak. Xiao Chen kesal dengan Xing Zaolin yang acuh dan tak peduli. Xiao Chen mencari Xing Zaolin untuk memberi tahu bahwa kejadian semalam jangan sampai bocor keluar, ketika melihat Xing Zaolin masuk ke rumah makan, Xiao Chen entah kenapa hati nya merasa senang, kemudian pergi ke rumah makan dan menemui pemuda itu, ketika melihat Xing Zaolin yang acuh, dari senang Xiao Chen menjadi kesal. Banyak pemuda yang megharapkan cinta Xiao Chen karna kecantikan gadus itu, tapi Xing Zaolin seperti tak mau melihat ke arah nya dan itu yang membuat Xiao Chen kesal. “Jika ingin pulang biar aku antar!” Xing Zaolin berkata. “Aku bisa pulang sendiri,” Ujar Xiao Chen menjawab perkataan dari Xing Zaolin. “Biar kami saja yang antar nona Xiao, biar lebih aman dari pada bersama pemuda dusun itu,”Pedang emas berkata. “Antar saja kalau dia mau!” Xing Zaolin berkata. “Diam kau! Aku tidak bicara denganmu tapi dengan nona Xiao, dari tadi kenapa selalu saja kau yang jawab, apa kau pikir aku takut padamu walaupun kau kenalan nona Xiao?” Pedang emas berkata sambil melotot ke arah Xing Zaolin. “Kenapa tuan muda marah? Tuan muda ingin mengantar nona Xiao, bukankah aku mempersilahkan tuan muda mengantar nya.” Pedang emas diam mendengar perkataan dari Xing Zaolin, Xiao terus menuangkan arak ke dalam cawan lalu meminum nya, lima guci arak sudah kosong. Xiao Chen mulai mabuk, gadis itu mata nya terus menatap ke arah Xing Zaolin sambil minum arak. “Sudahlah nona Xiao, jangan terlalu banyak minum arak, nanti nona mabuk,” Pedang emas berkata. “Diam kau,” Xiao Chen berkata. Pedang emas langsung diam ketika Xiao Chen membentak nya. “Apa kalian bertiga akan mengantarkan aku pulang?” Xiao Chen berkata dengan wajah merah karna mabuk arak. “Kami akan mengantarkan nona pulang,” Pedang emas berkata. “Cukup kawal saja aku takut dia macam-macam padaku, tangan dia jahat,” Xiao Chen berkata sambil menunjuk ke arah Xing Zaolin. “Baik!” Kami akan mengawal nona pulang. Xing Zaolin mendengar Xiao Chen hendak pulang dan di antar oleh ketiga orang itu, memanggil pelayan lalu membayar makanan dan arak yang sudah di minum. Xing Zaolin berdiri, Xiao Chen minum kembali arak, kemudian ikut berdiri. Lalu menghampiri Xing Zaolin yang berada di depan nya, Xiao Chen berbisik dari belakang. “Antarkan aku pulang.” Ujar nya. Dalam keadaan mabuk Xiao Chen memeluk punggung Xing Zaolin, dan merebahkan kepala nya ke bahu Xing Zaolin. Xing Zaolin kemudian tangan nya kebelakang, lalu menggendong Xiao Chen dari belakang. “Kalian kawal aku mengantarkan nona Xiao Chen ke tempat kakek nya.” Xing Zaolin berlari dengan di kawal ketiga pedang kota sancang, lalu mencari ketua Xin Cen. Ketua Cen mendengus melihat cucunya tengah di gendong, dan berada di punggung Xing Zaolin. Hmm..!! “Apa yang terjadi, kenapa cucuku ini?” Ketua Cen berkata sambil menatap tajam ke arah Xing Zaolin dan pedang emas bergantian. Whuttt..!! Xing Zaolin membiarkan ketika ketua Xin Cen melesat ke belakang tubuh nya, dan mengambil Xiao Chen dari punggung Xing Zaolin Ketua Cen memberikan Xiao Chen kepada salah satu seorang dayang juga pengawal Xiao Chen yang di bawa oleh ketua Cen. Ketuan Cen mencium bau arak menyengat, dari mulut dan tubuh cucu nya, setahu Xin Cen cucunya tak begitu suka arak, jika minum arak tak pernah lebih dari tiga cawan. “Xiao Chen minum arak dengan siapa sampai mabuk seperti itu?” Xin Cen berkata sambil menatap tajam ke arah kepada para pemuda yang berada di hadapan nya. Pedang emas, pedang perak dan pedang kayu gemetar melihat tatapan bengis Xin Cen, dan mereka sama-sama menujuk ke arah Xing Zaolin. “Sebab apa cucuku Xiao Chen minum sampai mabuk?” Ketua Cen berkata sambik menatap tajam ke arah Xing Zaolin. Xing Zaolin membalas tatapan Xin Cen, dan berkata. “Karna lagi banyak masalah.” Ujar Xing Zaolin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN