ep 12

1056 Kata
Kesehatan Shylla mulai pulih. Walau untuk latihan berjalan di tunda sementara waktu karena tangan Shylla masih belum di perbolehkan Kevin untuk menopang tubuh Shylla. Memang sedikit terlambat untuk penyembuhan kaki Shylla. Tapi untuk saat ini yang terbaik adalah penyembuhan tangan Shylla terlebih dahulu. Walau untuk saat ini sebenarnya Kevin sudah di limpahkan tugas oleh papanya untuk menjadi direktur utama rumah sakit tapi Kevin selalu bisa mengkoordinasikan lewat online dalam hal apapun. Hanya hal mendesak saja yang membuat Kevin pergi ke rumah sakit. Semakin bertambahnya bulan, tangan Shylla sudah sembuh, dan Shylla sudah mampu berjalan walau pelan. Sekarang Keluarga Shylla di liputi kebahagiaan. Xiu dan Shylla memang sehati. Xiu sudah hamil 15 minggu, dan Shylla 6 minggu. Kevin dan Kalila semakin ketat menjaga Shylla. Beruntungnya Shylla tidak seperti ibu hamil pada umumnya. Shylla tidak mual dan ia juga tidak ngidam sesuatu hal yang aneh-aneh. Di sela kesibukan kevin yang harus mengurus Shylla dan rumah sakit, hadir Clarisa yang selalu menelpon dan bahkan datang ke rumah Kevin. Walau Shylla kesal dengan kehadiran Clarisa tapi ia tidak mampu berbuat apapun. Karena bagaimanapun Clarisa adalah tamu Kevin. Shylla hanya bisa diam di dalam perpustakaan jika ada Clarisa. Ia tidak mau menemui atau bicara dengan Clarisa. karena dapat di pastikan Clarisa akan dengan gencar mendekati Kevin dan mengejek Shylla tok tok tok.... terdengar suara ketukan di pintu depan perpustakaan. "siapa?“ tanya Shylla "kalila" jawabnya "masuk lil" "mbak... mangan yok... karo ngombe obat (mbak... makan yuk... sama minum obat)" ucap kalila mengingatkan Shylla "clarisa masih ada?“ tanya Shylla "tasih mbak(masih mbak)... mas Kevin minta njenengan (anda) turun makan siang bareng" kata Kalila "gue gak mau kalau ada Clarisa lil" ucap Shylla "kenapa gitu mbak? mbak Clarisa baik kok" "bawa saja makanannya ke mari" ucap Shylla "nggeh (oke) mbak. siap" jawab Kalila Kalila turun sambil tertunduk lesu. Kevin memandang Kalila yang turun sambil tertunduk lesu. Clarisa menghampiri kalila. Kevin paham penyebab Kalila lesu. Kalila segera menyiapkan makan siang untuk Shylla dan untuknya. Tentunya tak lupa obat Shylla juga ia bawa. "kalila ada apa?" tanya Clarisa "mau makan diatas" jawab Kalila singkat "biar gue yang antar" tawar Clarisa "gak perlu mbak" jawab Kalila lalu berjalan membawa nampan berisi makanan Shylla "udah sini" ucap Clarisa lalu merampas nampan yang di bawa Kalila "mbak... saya susternya mbak Shylla. tolong hormati mbak Shylla. mas kevin... Sak apik-apik e kancamu iki, nek mbak Shylla wegah nemoni tulung diandani (Sebaik-baiknya temanmu ini, jika mbak Shylla tidak mau bertemu tolong di beritahu)" ucap kalila galak lalu merampas lagi nampannya dan naik ke lantai 3 "kalila ngomong apa? gue gak pernah bisa bahasa jawa" ucap Clarisa "sudah-sudah... mari makan" ucap kevin "Shylla benci ya sama gue?" tanya Clarisa "makan aja loe" jawab Kevin "kok loe jadi ketus ke gue vin?“ tanya Clarisa menggerutu. "sori" jawab Kevin singkat "gue boleh ya ke lantai 3 ketemu Shylla" rayu Clarisa "buat apa loe ketemu istri gue? loe tau Shylla gak suka sama loe" ucap kevin sambil makan "ayolah vin... gue cuma mau akrab sama istri loe" pinta Clarisa "ya udah... tapi habisin dulu makan loe. 10 menit lagi gue ke atas" kata kevin lalu membawa piringnya yang bersih ke dapur lalu menelpon rumah sakit "thank's kevin.. gue udah selesai. gue keatas ya" ucap Clarisa setengah berteriak dan langsung pergi naik ke atas. Kevin membalasnya sambil lalu. Ia berjalan ke halaman belakang dengan resah. Entah apa yang terjadi di rumah sakit, Clarisa tak peduli dan langsung menuju lantai 3. Setelah sampai ia menatap sekeliling. Indah sekali, Clarisa terpana melihatnya. Clarisa duduk di gazebo. Melihat lampu hias di sekeliling Gazebo. Jika malam hari pasti lebih indah. Clarisa menatap sebuah ruangan didekatnya. Pintunya sedikit terbuka. Sayup-sayup ia mendengar suara tawa Shylla dan Kalila yang sepertinya membicarakan drama. Clarisa masuk tanpa mengetuk pintu. "clarisa? ngapain loe kesini?“ tanya Shylla lalu berdiri. "dah bisa berdiri sendiri loe? gue cuma mau nyapa loe aja" ucap Clarisa lalu masuk dan mendekati Shylla "mbak anda ada urusan apa di sini?" tanya kalila "gue gak ngomong sama loe!" bentak Clarisa "tolong sopan ya" ucap Shylla "la,, gue cuma mau minta izin sama loe" ucap Clarisa "izin?" tanya Clarisa "Setau gue, loe kan belum sembuh. Izinin gue buat layani Kevin. Mulai dari makan, sampai tubuhnya" ucap Clarisa yang tanpa ia sadari Kevin terdiam diluar pintu mendengar ucapannya "maksud loe?" tanya Shylla dengan nafas tercekat "izinin gue jadi istri kedua Kevin. Mungkin loe gak bisa hamil karena loe cacat" ucap Clarisa "wong edan(orang gila)!" ucap Kalila marah lalu menampar Clarisa "heh siapa loe berani nampar gue? loe cuma anak pembantu!" ucap Clarisa marah lalu berganti menampar Kalila hingga terjatuh. Clarisa berjalan mendekati Shylla dan menampar Shylla. Shylla terjatuh ke sofa, dan kepalanya bagian belakang terbentur dinding belakang sofa. Shylla mengerang kesakitan. "wong kok uteke kelong separo (orang kok otaknya hilang setengah)!“ ucap kalila lalu menarik rambut Clarisa "Lila... "pekik Shylla pelan lalu pingsan "mbak... mbak Shylla...?" panggil Kalila lalu segera mengambil hpnya untuk menghubungi Kevin Kevin mengambil hpnya dan ia Chat ke pengawalnya agar segera kelantai 3. Kevin masuk keruangan. Ia menampar Clarisa. Clarisa kaget. Ia tidak menyangka jika Kevin menamparnya, dan kemungkinan Kevin mendengar semua kata-katanya tadi. "Clarisa! gue harap loe jangan ganggu istri gue! perlu loe tau, loe hanya sahabat gue, gue gak punya rasa apapun buat loe! dan perlu loe tau, Shylla sedang mengandung anak gue! sekarang loe pergi dan jangan cari gue lagi" ucap Kevin lalu menolong Shylla yang pingsan "mas.. mas kevin mbak Shylla pendarahan" ucap Kalila panik "Liat! loe liat! istri loe lemah banget! gak bisa apa-apa! apa istri loe bisa masak buat loe? istri loe hamil? yakin hamil? mana buktinya?" tanya Clarisa "istri gue sempurna! masakannya yang loe makan tadi! enakkan? loe mau bukti? pendarahan dia kurang?!!" ucap kevin lalu membopong Shylla "tapi loe nampar gue karena gue nampar istri loe ato kalila! kejam loe!" ucap Clarisa "gue dah pernah bilang. Kalila adik gue!" ucap kevin yang akan pergi namun di hadang Clarisa "kalila seperti adik loe! tapi dia anak pembantu loe!" ucap Clarisa "Danang! Huda! tolong bawa perempuan ini pergi! Rizal siapkan mobil! saya mau bawa Shylla kerumah sakit"ucap kevin setelah melihat pengawalnya datang "kevin! kejam loe! gue cinta sama loe" ucap Clarisa yang meronta karena cengkram pengawal Kevin "gue gak peduli sama perasaan loe! sampe anak istri gue kenapa-napa, gue laporin loe kepolisi" ucap Kevin lalu pergi dengan membopong Shylla ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN