ep 11

1210 Kata
Tak lama dokter memberi kabar jika Shylla sekarang sudah baik-baik saja, dan akan di pindahkan ke ruang rawat vvip. "kevin seperti akan sampai lebih cepat" ucap Darrel lalu menutup sambungan telponnya dengan kevin "benarkah? dia jadi dengan mobil?" tanya Dallin "ya... Porsche" jawab Darrel "semoga dia selamat sampai sini" ucap Xiu "kenapa bicara begitu?" tanya Darrel "hanya berdoa. karena gue tau kevin kalau panik apalagi Porsche... seperti orang kesetanan" jawab Xiu "benar. istilahnya orang jawa alap-alap samber nyowo" seloroh Dallin Di alam bawah sadar Shylla, ia berada di ladang hijau yang luas. Shylla melihat ada satu rumah yang berada sedikit jauh dari tempatnya berada. Shylla berjalan lama untuk sampai kerumah tersebut. Ia melihat pagar putih berkilau. Pagar itu terbuka saat Shylla sampai. perlahan ia masuk kedalamnya. Pertama yang ia lihat bangunan seperti Joglo, joglo tersebut di kelilingi oleh bunga lily. Shylla tersenyum memandangi bunga tersebut, cantik sekali. Sampai pintu coklat di joglo tersebut terbuka. Tampak mama Shylla berdiri di belakang pintu tersebut menyambut Shylla dengan tangan terbuka. Shylla terpaku. Air matanya mengalir. Shylla berlari menuju mama. Tapi baru sampai depan pintu tubuh Shylla seperti terhalang oleh kaca bening yang membuatnya jatuh kebelakang. Tangisan Shylla makin kencang. "ma.... kenapa aku gak bisa kesana? kenapa ada kaca di sini?" tanya Shylla "sayang... ini belum waktumu.... kembalilah....semua menunggumu" "ma aku sudah menikah... tapi kenapa ada perempuan yang hadir karena kevin?" "mama tau sayang. sayang... pertahankanlah kevin... dia yang terbaik untukmu nak" "tapi ma... aku mau ikut mama" "belum waktumu sayang" "jika waktuku tiba mama jemput aku kan?" Shylla melihat mama hanya tersenyum dan perlahan menghilang dari hadapannya. Shylla berlari mencari mamanya namun ia terjatuh lagi dan berada di sebuah tempat kosong serba putih tanpa ada apapun di tempat tersebut. Ternyata benar. Kevin sampai lebih cepat dari perkiraan. Kevin segera masuk ke kamar rawat Shylla. Ia melihat Darrel, Dallin dan Xiu tertidur di sofa. Kevin melihat Wajah pucat Shylla yang belum sadar. Namun terlihat keringat dingin mengalir di pelipis Shylla. Kevin mendekati Shylla perlahan dan duduk di kursi samping Shylla. Ia melihat jam di tangannya sudah pukul 5 pagi batinnya. Semalaman ia belum tidur. Selama perjalanan pikirannya hanya tertuju pada Shylla. Kevin memandangi Shylla hingga akhirnya ia ikut tertidur di samping Shylla. *** Shylla tersadar. Ia melihat Kevin di sampingnya. Ia juga melihat Dallin Darrel dan Xiu tertidur di sofa yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Shylla menangis. Ia membayangkan yang baru saja terjadi. Ia bertemu mama. Tapi mama meninggalkannya. Kevin terbangun karena mendengar suara tangisan. "sayang kamu sudah bangun?" tanya Kevin lalu mendudukkan Shylla "eh... kev, loe sampai?" kata Xiu yang ikut terbangun lalu membangunkan Darrel dan Dallin "dek... kamu sudah sadar?" tanya Dallin mendekat ke Shylla "kenapa nangis la?" tanya Xiu lalu mengusap air mata Shylla "mama Xiu.... mama" jawab Shylla lemah "apa maksudmu Shylla?“tanya kevin "mama tinggalin aku... mama gak bolehin aku ikut" jawab Shylla pelan "maksudmu mama Sasya?“ tanya Xiu "mama ngomong apa dek?“ tanya Dallin "saat ini belum waktuku... aku di suruh kembali" jawab Shylla "Ya Tuhan" pekik Xiu. "sudah jangan di pikiran. tidurlah" ucap Kevin lalu memeluk Shylla dengan erat Beberapa hari di rawat di rumah sakit akhirnya Shylla pulang. Shylla kembali ke rumah barunya yang tidak terlalu jauh dari Darrel, atau Dallin. Berjarak 5 km dari rumah mereka. Disana sudah ada Bu Tina orang yang sudah merawat Kevin sejak kecil. Ada anak Bu Tina Kalila yang juga seorang suster di rumah sakit Kevin, dan saat ini di tugaskan menjaga Shylla di rumah, dan Pak Wanto ayah Kalila seorang satpam di rumah tersebut. Kali ini Shylla baru pertama melihat rumah barunya. Semua di desain oleh kevin dengan melihat dari sisi yang kemungkinan Shylla sukai. Shylla sedikit takjub saat pertama masuk. Awalnya Shylla ingin memakai tongkat. tapi tangan Shylla belum sembuh benar, jadi ia memakai kursi roda untuk melihat rumahnya. Rumahnya ada 3 lantai. Ada lift untuk memudahkan Shylla naik turun dengan kursi rodanya. Di lantai paling atas ada sebuah ruangan dan bagian luar ada taman yang cukup luas dan gazebo. Kamar Shylla ada di lantai 2. Kamar Shylla luas. Ada ruang tersendiri untuk lemari dan kamar mandi di dalam kamar. Ditambah balkon di kamar Shylla yang memperlihatkan pemandangan indah. Shylla semakin terbuai untuk berlama-lama di sana. "sayang ada satu lagi surprise buatmu" ucap Kevin saat mereka sedang berada di balkon kamar "apa?" tanya Shylla "mari..." ajak Kevin lalu mendorong kursi roda Shylla keluar kamar. Kevin membuka kamar samping mereka. "wao, apa ini?" tanya Shylla setelah kamar terbuka "aku desain untukmu. kamar rawat mu. jika sewaktu-waktu kau sakit aku bisa memberimu pertolongan pertama. Mari satu lagi" ajak Kevin lalu mengajak Shylla keluar dan pergi kelantai 3. "Apa lagi? kenapa ke atas?" tanya Shylla "ini ruang khusus" ucap Kevin lalu membukanya "perpustakaan?" tanya Shylla saat awal pintu di buka "yakin?" tanya Kevin lalu membawa Shylla masuk. Shylla melihat rak buku ternyata hanya ada di satu sisi bagian tengah. Tetapi cukup banyak. Sedangkan di dinding sisi kanan dan kiri ada foto pernikahan dan foto saat mereka sebelum menikah. Foto mereka berdua yang tertempel di dinding lumayan besar. di depannya ada meja komputer, laptop, dan alat tulis lainnya. di sisi lain ada sofa dan meja dan di sampingnya ada kulkas kecil. Shylla menatap tak percaya. Ruangan ini sangat ia sukai. "kau suka sayang?" tanya kevin "iya. terima kasih" ucap Shylla lemas sambil memegangi pergelangan tangannya yang luka lalu pingsan "sayang... sayang... kamu kenapa?" tanya Kevin lalu membopong Shylla ke kamar rawat "kalila... kalila...." teriak kevin dari lantai 2 "iya mas? kui mbak Shylla kenopo (itu mbak Shylla kenapa)?" tanya kalila dengan logat jawanya "ini akan saya cek" ucap kevin "mas.. darah e mbak Shylla akeh. ndank di gowo neng RS wae (darahnya mbak Shylla banyak. cepat di bawa ke RS aja)" ucap Kalila panik. "tidak. saya bisa mengatasinya. kamu bantu saya" ucap Kevin lalu menangani luka Shylla Setelah selesai, Shylla di beri infus, dan Kevin menunggu di samping Shylla sambil mengurusi pekerjaannya yang sempat tertunda. Xiu, Darrel, Dallin mendengar kabar ini dan langsung datang kerumah kevin. Mereka langsung menuju lantai 2 rumah Kevin. "vin... bagaimana bisa jahitannya terbuka?“ tanya Xiu yang langsung masuk kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu "gue sendiri gak tau. gue lihat Shylla sudah pingsan. dan darah udah keluar" jawab Kevin "apa penyebabnya" tanya Darrel "mungkin karena tangannya terlalu keras beraktivitas" ucap Kevin "terus sekarang dia gimana?“ tanya Xiu "tenang. Shylla segera sadar. sudah gue kasih obat penghilang rasa sakit" ucap Kevin "eh Shylla sadar" ucap Dallin "sayang sudah bangun?" tanya Kevin "la... kalau sakit bilang... jangan diem tiba-tiba pingsan“ tanya Xiu "Xiu... istri gue baru aja bangun" ucap Kevin kesal. "eh... sorry" ucap Xiu "maaf... perut gue sakit banget tadi..." ucap Shylla "perut?" tanya Darrel "loe bulanan?" tanya Xiu mencoba menebaknya "iya" jawab Shylla pelan "perut loe sakit, loe tahan pakek tangan sampe jahitannya terbuka?" tanya Xiu "ehm mungkin" jawab Shylla "hem... gue tau masalah loe... kenapa loe gak bilang ke kevin? dia suami loe?" tanya Xiu "gue malu" jawab Shylla "dia suami loe" pekik Xiu keras-keras "sssttt.. jangan keras-keras" ucap Shylla "kita sudah dengar sayang" ucap Kevin "dek, kamu waktu remaja jika datang bulan memang kadang pingsankan?" tanya Dallin "kak.... malu" ucap Shylla "kalian pulang... Shylla ada gue... pulang" pinta Kevin mendorong Xiu Dallin dan Darrel keluar dari kamar rawat ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN