Selama perjalanan Shylla tertidur. Sampai Alfian memutuskan membawa Shylla keluar kota, dan tidak jadi kerumah baru Xiu. Alfian lebih memilih pergi lebih jauh lagi. Shylla terbangun sudah berada di sekelilingnya hutan.
"pa... kak... kita mau kemana?" tanya Shylla
"Bandung" jawab papa
"ke.. kenapa kesana pa?" tanya Shylla
"bukannya kamu yang mau pergi dek?" tanya Darrel
"tenangkan dirimu disana" ucap papa
"lalu pakaianku pa?" tanya Shylla
"kakakmu sudah membelikan beberapa pakaian saat kamu tertidur" jawab papa
"kak Dallin? xiu? kevin?" tanya Shylla
"Dallin dan Xiu akan menyusul" jawab Darrel
"lalu kevin kak?" tanya Shylla lagi
"biarkan dia selesaikan urusannya" jawab Alfian
"tidurlah perjalanan masih panjang" ucap Darrel
Setelah perjalanan panjang Shylla, Alfian dan Darrel sudah sampai rumah di Bandung. Shylla berganti pakaian di bantu mb Rosa, anak Bu Sri pembantu yang tinggal di rumah Bandung. Shylla masih menangis dengan apa yang tadi terjadi di pernikahannya. Awal yang indah berakhir dengan kacau karena seorang perempuan. Shylla menyalakan handphonenya yang dari tadi ia matikan. Selang beberapa detik langsung ada telepon video call dari kevin.
"hai" sapa Shylla
"kamu kemana aja sayang. kenapa handphone mati?" tanya kevin terlihat panik
"kamu jangan telepon Shylla dulu kevin" ucap Alfian tiba-tiba merebut handphone Shylla dan membuangnya
"pa... kenapa di buang?" tanya Shylla
"papa akan membelikanmu yang baru nanti setelah Dallin datang" ucap Alfian lalu pergi
"ini yang terbaik untukmu sekarang dek" ucap Darrel
"kak. bisakah katakan pada kevin?" tanya Shylla
"ya... kakak akan chat dia" ucap Darrel lalu mengirim pesan ke kevin
Dallin dan Xiu akhirnya sampai. Xiu membawakan beberapa kebutuhan Shylla. Mulai dari pakaian sampai obat yang kemungkinan di perlukan Shylla. Setelah Dallin sampai, Darrel dan papa langsung pergi. Mungkin selain membelikan Shylla handphone baru, Shylla dengar ada pertemuan. Shylla duduk di luar rumah. ia memandang langit cerah.
"La... di sini terus dingin lho" ucap Xiu memberikan jaket ke Shylla
"kenapa masalah dateng saat gue baru beberapa jam jadi istri kevin?" tanya Shylla
"sabar la... setiap pasangan setelah menikah mempunyai cobaannya sendiri" ucap Xiu
"gue sama sekali gak tau soal Clarisa. Kevin sama sekali tak cerita apapun soal Clarisa. gue juga gak tau dia sempat ke Sydney. kenapa kalian gak cerita?" tanya Shylla
"maaf la... kita di suruh Kevin gak cerita ke loe" ucap Xiu
"loe sahabat gue Xiu! kenapa loe nurut sama kevin?" bentak Shylla kesal
"iya gak seharusnya gue sembunyiin dari loe la... sorry ya la..." pinta Xiu
"dek... kevin" ucap Dallin lalu memberikan ponselnya pada Shylla
"ya?" sapa Shylla yang menerima teleponnya
"sayang... maaf... soal Clarisa... " ucap Kevin berhenti
"jangan bahas dia... " pinta Shylla
"sayang aku harus menjelaskannya"
"gak! gak!!!" ucap Shylla berteriak
"aku gak ada hubungan dengan Clarisa sayang"
"cukup! jangan hubungi aku jika bahas dia! dia merusak pernikahanku!! pernikahanku memang gak akan sempurna. awalnya aku rela tanpa mama. mama pasti melihatku bahagia. tapi kenapa... ada seseorang yang muncul... cukup kevin!!!" ucap Shylla keras lalu mematikan teleponnya dan pelan-pelan menuju kamar
"kemana la?" tanya Xiu membantu Shylla menggunakan tongkatnya namun Shylla tetap diam hingga sampai kamarnya.
Telepon Dallin kembali berdering. Ternyata kevin lagi yang menelepon. Kevin tau kemungkinan Shylla depresi lagi karena pernikahannya. Dallin menjauh dari kamar Shylla dan menjawab telpon Kevin. Tak lama Darrel dan Alfian pulang. Darrel dengan girang memanggil nama adiknya. Tapi tak ada jawaban. Darrel membuka kamar adiknya, tetapi di kunci. Aneh, Shylla jarang mengunci kamarnya. Kecuali sedang ganti pakaian. Tapi Darrel memanggilnya juga tak ada jawaban. Darrel dan Alfian panik. Dallin dan Xiu ikut panik. mereka tidak dapat membuka kamar Shylla karena di kunci dari dalam. Dallin menyerahkan hp nya ke Xiu dengan telepon yang masih tersambung.
Alfian, Darrel, dan Dallin mendobrak pintu kamar Shylla. mereka tak menemukan keberadaannya. Darrel mencoba mencari di kamar mandi, tapi lagi-lagi pintu di kunci, Darrel dan Dallin mendobrak lagi. Ia melihat Shylla sudah memotong nadi tangan kirinya dan dengan shower yang menyala.
"dek" pekik mereka
"bawa kerumah sakit" ucap papa lalu Shylla di bopong Darrel menuju mobil.
Dallin teringat jika tadi telepon belum ia matikan. Ia ambil hpnya lagi dari tangan Xiu, benar, Xiu pun tidak menyadari jika hp masih menyala.
"Kev, Shylla bunuh diri. kalau loe emang sayang Shylla ke Bandung. gue chat alamat dan rumah sakitnya" ucap Dallin
"apa.... bunuh diri!!! segera chat gue. gue berangkat sekarang naik mobil" ucap Kevin
"besok saja dengan pesawat. Dari pada mobil" ucap Dallin
"tidak. jika lewat tol gue bisa sampai 6 sampai 7 jam" ucap kevin lalu menutup telponnya. Kevin langsung mengambil kunci mobil Porsche nya dan segera berangkat walau tengah malam.
***
Shylla langsung di tangani di IGD setelah sampai rumah sakit.
"bagaimana bisa Shylla bunuh diri?" tanya Alfian ke Dallin
"Shylla menerima telepon dari Kevin pa" jawab Dallin
"hpnya sudah papa buang!! bagaimana bisa Shylla berkomunikasi tanpa hp?" tanya Papa
"da...dari hp ku pa" jawab Dallin pelan
"Dallin... Dallin... ini yang papa takutkan jika adikmu berbicara dengan Kevin!!" Alfian menghembuskan nafas panjang. "Kevin!! kamu memberitahu Kevin tentang ini?" tanya Alfian lagi
"dia dalam perjalanan kemari pa" ucap Dallin
"Dallin! kamu memikirkan adikmu tidak?“ tanya papa geram lalu pergi
"Lin, Shylla lihat mobil yang mirip dengan mobil mama. kemarin Shylla mimpiin mama penuh darah... tapi berusaha ia lupakan karena hari ini hari pernikahannya" cerita Darrel
"kenapa baru cerita?" tanya Dallin
"Dia gak mau banyak orang yang tau" jawab Darrel
"Darrel ambil hp Shylla. Papa harus pergi" lanjut papa pergi menjauh lalu di ikuti Darrel di belakang.
"sial" pekik Dallin lalu mengepalkan tangannya dan memukulnya ke dinding rumah sakit
"sabar sayang.... kita tunggu Shylla" ucap Xiu