ep 9

1136 Kata
Shylla akhirnya keluar dari rumah sakit, walau begitu, Depresi Shylla masih terkadang kambuh di satu waktu. Diam-diam, Shylla sering menangis sendiri di malam hari saat teringat hari kecelakaan itu. Ia juga akan menangis bila melihat mobil yang sama persis dengan punya mamanya. Dari warna, bentuk, dan merk. Shylla juga jarang makan, sehingga tubuhnya semakin kecil. Ia lebih sering diam. Saat di tanya sesuatu cenderung menjawab terserah, atau bahkan tidak peduli. Pernah juga ia berfikir untuk bunuh diri. Tapi segera ia tepis. "depresi Shylla kapan sembuhnya?" tanya Xiu "itu tergantung kemampuan Shylla" jawab Kevin "tapi sekarang sudah lebih baik. sejak Terapi psikodinamis" ucap Darrel "gue yakin sebelum nikah dia pasti sudah benar-benar membaik" ucap Kevin yakin "terus mobilnya loe taruh mana?" tanya Xiu "di bawa papa ke Singapura" jawab Darrel "vin, loe harus jaga Shylla, jangan sampai khianati dia. cuma loe satu-satunya yang bisa bikin Shylla sembuh" ucap Darrel "terus motivasi dia... kata-kata loe selalu dia denger" imbuh Dallin Tak terasa pernikahan Shylla tinggal menghitung hari. Sebelum ini Shylla seperti robot. Saat pemilihan Undangan, gaun pengantin, dll Shylla mengangguk menyetujui semua usulan. Sampai-sampai Xiu geram dengan Shylla. Tapi Xiu mengenal Shylla dengan baik. Jadi apa yang ada dalam hati Shylla, Xiu tau, dan pilihan Xiu selalu tepat menjadi pilihan dalam hati Shylla. Tepat sehari sebelum pernikahan, keadaan Shylla sudah benar-benar membaik. Tak ada lagi depresi yang ia alami. Shylla bisa menerima keadaannya. Ia juga bisa menerima kejadian masa lalu. Berkat dokter dan bantuan kiai yang selalu memberikan doa, penyembuhan, dan dakwah singkat ke Shylla. Semua membaik. Tibalah hari pernikahan. Xiu dan Shylla sudah bangun sejak pagi untuk di dandani. Xiu tampak menawan di balut dengan kebaya berwarna hijau terang. Sedangkan Shylla walau di atas kursi roda, ia tetap terlihat cantik dengan kebaya warna pink terang. Jam 8 Di mulai akad nikah. Dallin Xiu terlebih dahulu. Setelah itu Kevin Shylla. Walau Dallin sempat mengulang sampai 5 kali tapi akhirnya tetap sah. Kevin dengan cepat dan tepat hanya sekali sudah sah. Resepsi di adakan siang harinya. Shylla dan Xiu sudah berganti dengan gaun berwarna senada dengan kebayanya. Walau di atas kursi roda, Shylla dengan ramah dan penuh senyum menyambut tamu yang hadir. Setelah acara selesai, Dallin Xiu dan Kevin Shylla berencana akan berbulan madu ke Singapura. Tapi sepertinya semua itu akan gagal karena seseorang.... Setelah acara selesai, hanya ada sahabat, teman, untuk berfoto datang seorang perempuan cantik. Ia berpenampilan berbeda dari yang lain. Dresscode resepsi pernikahan hari itu adalah merah hitam tapi dia mengenakan dress berwarna biru terang. Semua mata tertuju padanya. Selain karena dress, ia juga tinggi, rambut panjang ikalnya ia biarkan tergerai indah. Tanpa memandang sekitar ia langsung menuju Kevin. Kevin mundur satu langkah tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. "hai kevin" sapa perempuan itu lalu mencium kedua pipi kevin yang membuat tenggorokan Shylla tercekat. "Clarisa... loe Clarisa?" tanya Zavian saudara sepupu yang paling dekat dengan Kevin "hai Vian" sapa Clarisa panggilan untuk Zavian "loe gak mati?" tanya Vian "gue selamat. Ada yang nyelametin gue waktu itu" ucap Clarisa "ehm.. ini istri gue Cla. Shylla." ucap Kevin memperkenalkan Shylla yang duduk di kursi roda "istri loe?" tanya Clarisa tidak menyangka "loe mau sama wanita lumpuh?" tanya Clarisa pelan namun berbisik dekat telinga Kevin. Kevin kesal "apa maksud loe?" tanya kevin geram "loe harusnya nikah sama gue! loe taukan karena loe gue sempat kalian kira mati" jawab Clarisa "apa lagi ini?" ucap Shylla pelan namun Clarissa mendengarnya "oh, Jangan-jangan kevin gak kasih tau loe?" tanya Clarisa ke Shylla "siapa anda? jangan rusak hari pernikahan kami" tanya Xiu "kevin. bisa loe jelasin?" tanya Darrel "Clarisa pulanglah. Ini bukan waktunya" ucap Rumi "Tante Rumi.. Om Alex... kenapa aku gak boleh disini? ini pernikahan Kevin kan?" tanya Clarisa "Clarisa pulanglah. jangan ganggu hidup Kevin" ucap Zavian "gue ganggu? Gue tau dia Shylla. cewek yang sudah lama Kevin cintai. Shylla... loe tau siapa gue?" tanya Clarisa "gak" jawab Shylla singkat "kenalin. gue Clarisa Angel Olahondi. Gue mantan pacar Kevin di Sydney" ucap Clarisa "Sydney?" tanya Shylla "Ya. setahun disana. loe gak tau?" tanya Clarisa setengah mengejek "kak... kok aku gak tau?" tanya Shylla "ini saat kamu setahun di jepang ikut mama" jawab Dallin "lalu Kevin setahun di Sydney. saat kamu berangkat dia berangkat. saat kamu pulang dia pulang. di hari yang sama" ucap Xiu "loe juga tau Xiu?" tanya Shylla "Kevin. apa maksud Clarisa tadi?" tanya Xiu mengalihkan pembicaraannya dengan Shylla "kapan loe pertama kenal kevin?" tanya Clarisa "SMA kelas 2. nenek gue sama nenek dia temen lama" jawab Clarisa "bisa loe jelasin tadi cla?" tanya Shylla "Clarisa! loe pulang sekarang! gue sama sekali gak sambut kedatangan loe!" ucap kevin keras dan penuh amarah "gak! clarisa harus jelasin dulu!" balas Shylla "gue tenggelam karena Kevin buang kalungnya dari gue" jawab Clarisa "Vin, yang loe ceritain temen loe gak ketemu karena tenggelam tu Clarisa?" tanya Zavian "tapi loe gak mati" ucap kevin "tapi kalian kira gue mati! gue koma 2 bulan! itu karena loe! coba loe terima kalung dari gue, coba loe mau nikah sama gue, gak ada kejadian gue tenggelam di arus yang lagi deras!" ucap Clarisa "Clarisa itu masa lalu" ucap Kevin "Clarisa om minta kamu pergi" ucap Alex karena kesabarannya mulai habis "Fian... maafkan Kevin ya" ucap Rumi "Kevin... kamu harus menjelaskan banyak hal ke saya" jawab Alfian "saya sudah jelaskan sebelum kevin jelaskan. anda minta penjelasan apa lagi ke kevin?" tanya Clarisa "untuk apa kamu kemari?" tanya Alfian "ingin mengambil Kevin dari Shylla. kevin milik saya" ucap Clarisa "gue bukan barang! gue sudah pernah jelasin ke loe, selamanya hati gue buat Shylla" ucap Kevin "siapa yang minta hati loe, walau gue gak dapat hati, tapi dapat raga loe juga gakpapa" ucap Clarisa tertawa sinis "cewek murahan ya loe!" pekik Kevin merah "ehm... terserah loe ya. tapi gue sempurna... gak cacat" ucap Clarisa lalu tertawa Plak tangan mulus Shylla menampar Clarisa dengan kencang. Shylla berdiri dengan menggunakan tongkat dengan mata berkaca-kaca manahan tangis. "lancang ya loe!" balas Clarisa kasar dan marah lalu menarik tangan Shylla yang memegang tongkat. Sehingga Shylla hampir jatuh jika tidak ada Darrel. "pergi loe!!" perintah Kevin keras lalu mendorong Clarisa menjauhi Shylla "kamu gakpapa sayang?" tanya Kevin di samping Shylla "pergi... pergi... mama... aku mau ketemu mama" ucap Shylla yang sepertinya mulai depresi lagi dengan melepas semua hiasan kepala dan mulai menyobek gaun mahalnya "loe depresi?" pertanyaan Clarisa membuat Shylla berhenti "kak Darrel. bawa aku pergi" pinta Shylla lalu air mata merebak. lalu Darrel membopong Shylla pergi dari pestanya. "sayang kamu mau kemana?" tanya Kevin lalu di cegah Alfian "biarkan dia tenang. selesaikan dulu masalahmu dengannya" ucap Alfian lalu pergi di ikuti lainnya "kak... cepat. aku hanya tidak mau di sini" pinta Shylla "dek mau kemana?" tanya Alfian saat jalan ke mobil "kemanapun yang jauh pa" ucap Shylla "bawa dia ke rumah barumu Xiu" ucap Dion yang mengikuti Alfian "baik pa" jawab Xiu ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN