ep 8

863 Kata
Shylla kembali sadar. Xiu tersenyum melihat Shylla yang sudah membuka mata dan terlihat lebih baik. Shylla melihat sekeliling, tak ada siapapun, hanya Xiu saja. Dalam hati ia bertanya, apakah Kevin benar-benar ingin menikahinya, tapi dia sekarang tidak ada disini. Kemana juga Dallin. Apakah ada pekerjaan sehingga meninggalkan Xiu sendiri di rumah sakit. Tapi tidak mungkin. Pikiran buruk Shylla melayang. Matanya terus mencari yang mungkin ada keberadaan Kevin. "cari kevin? dia sama Dallin ke ruang dokter habis itu cari makan la" kata Xiu "si.. siapa yang cari dia?" tanya Shylla gagap "gue tau loe cari dia. gimana rasanya badan loe?" tanya Xiu "gak tau Xiu, gue gak bisa ngerasain apapun lagi" ucap Shylla asal "kok gitu? loe mikir kevin yang ngajak loe nikah besok?" tanya Xiu "gue gak mau bebanin orang. sekalipun itu kakak gue sendiri. Xiu, sekarang seandainya loe jadi gue, loe mau hidup bergantung sama sodara? sama pasangan? sama ortu?" tanya Shylla "iya sih la, tapi loe bisa sembuh. ini patah tulang. bukan penyakit fatal seperti kanker" ucap Xiu "gue takut Xiu.. gue takut di hina. gue takut di bully. gue takut nantinya Kevin tinggalin gue karena gue cacat" Shylla "la, loe udah lama kenal Kevin. coba tanya hati loe, apa kevin bakal tinggalin loe?" tanya Xiu "La... cintanya kevin tuh tulus la.. percaya dan yakin sama dia" lanjut Xiu "kalau gue nikah, gue mau nikah pakek apa? gue masih sakit. gue masih disini, gak bisa kemana-mana" ucap shylla "La.. Kak Darrel gak jadi nikah sama Intan. badan loe sama Intan gak jauh beda. tinggi loe sama Intan juga hampir sama, loe bisa minta baju seukuran Intan. di kecilin dikit. setelah loe keluar, kita bisa nikah bareng la" ucap Xiu "gak jadi nikah? kenapa? karena gue waktu itu?" tanya Shylla berbisik "bukan... Intan ketauan selingkuh. Dia mau telpon selingkuhannya tapi salah telpon Darrel" bisik Xiu "kok bisa?" tanya Shylla "mabuk mungkin" Jawab Xiu "Xiu, makanan kesukaanmu nih" ucap Dallin saat masuk ke kamar "sayang. sudah sadar? apa yang sakit?" tanya Kevin "aku gak papa" jawab Shylla "jika ada yang sakit bilang ya" ucap Kevin "kamu makan dulu aja" ucap Shylla "kok porsinya 4? yang 1 siapa?" tanya Xiu "Darrel" jawab Dallin "dia kesini kak?" tanya Shylla "hem, sudah di parkiran" jawab Dallin sambil menyendok makanannya Tidak sampai 10 menit Darrel sudah muncul. Dia menyapa Shylla sekilas dan langsung menyantap makannya. Untuk sekarang Shylla asik bermain handphone, sedangkan mereka berempat asik mengobrol tentang berbagai hal, yang tanpa mereka sadari, rasa kesal Shylla menyeruak keluar. Tapi Shylla berfikir, mungkin ini lebih baik, semua sudah lelah menunggunya kemarin. Wajar jika sekarang ia di cueki untuk beberapa saat. Tapi, sempat beberapa kali ia mendengar namanya disebut. Ingin rasanya ia mendekat ikut ngobrol dengan yang lain. Tapi apa daya, ia hanya mampu berada di atas tempat tidur. "La... gue sama Dallin pulang dulu ya" ucap Xiu setelah selesai makan Shylla hanya diam, tak menjawab apapun dan memejamkan mata tak mau peduli apapun. "la.. loe kenapa?" tanya Xiu "sayang.. dek" panggil Darrel "loe marah?" tanya Xiu Shylla membuka matanya. Air mata mengalir. "keluar. aku mau sendiri" "sayang kamu kenapa?" tanya Kevin "keluar.. aku mohon.. aku lelah.. aku pengen sendiri dulu" ucap Shylla yang tak mampu bicara keras namun berusaha memohon "keluar.. keluar.. biar gue yang jaga dia" ucap Darrel mendorong Dallin dan Kevin menuju pintu. "loe juga keluar! semua keluar!" ucap Shylla lagi setengah berteriak tapi terbatuk-batuk karena memaksakan diri "sayang... jangan teriak-teriak... kamu belum sembuh" ucap kevin "semua keluar. semua gak usah sok peduli sama gue. gue minta terakhir kali... keluar" pinta Shylla Mereka mengalah, dan keluar dari kamar Shylla. Di dalam Shylla menangis sendiri. Buat apa di temani namun tidak di ajak berbicara. Buat apa mereka kemarin hanya untuk berkumpul dan menganggap Shylla gak ada. Pikir Shylla. Mereka yang keluar merasa aneh dengan perubahan sikap Shylla. Sebelum makan Shylla baik-baik saja, sekarang setelah makan kenapa menangis bahkan marah dengan semua orang, pertanyaan mereka dalam hati. "kita salah" ucap Kevin yang duduk sambil melihat langit-langit rumah sakit "salah apa?" tanya Xiu "gak seharusnya kita cuekin Shylla, dan makan tanpa peduli sama dia" jawab Kevin "Shylla paling gak suka di cuekin" ucap Dallin "Shylla paling takut di diemin" imbuh Darrel "kita anggep dia gak ada. padahal itu kamar dia" ucap Xiu "keadaan Shylla saat ini, sedang sensitif. tidak seharusnya menganggapnya tidak ada. hal ini buat dia semakin sedih dengan lukanya" ucap Kevin Tiba-tiba ada suara sesuatu jatuh dari kamar Shylla. Mereka panik dan langsung melihat kedalam. Ternyata Shylla yang jatuh. Terlihat Shylla sudah berada di lantai sambil meringis dan menangis menahan sakit, dan terlihat infus yang juga jatuh. Kevin membopong Shylla dan menaikan Shylla ke tempat tidur. Kevin terlihat sangat panik, ia melihat wajah Shylla memucat kesakitan, dan memegangi di bagian kakinya yang tampak sedikit membengkak. Segera ia merawat Shylla dan menyuntikan Shylla obat. "la, maafin kita ya. tadi cuekin loe" ucap Xiu "gak xiu,, maaf, gue lebay tadi" ucap Shylla "kita gak mikir loe lebay la" ucap Xiu "gue... mau nikah sama kevin. terserah kapan" ucap Shylla yang membuat semua orang melongo "benarkah?" tanya Kevin "asal kamu terima aku dan kamu gak cuekin aku, aku mau" jawab Shylla "makasih sayang..." ucap Kevin lalu memeluk Shylla erat-erat. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN