bc

Gairah Ranjang Anak Tiriku

book_age18+
5.0K
IKUTI
12.2K
BACA
forbidden
BE
friends to lovers
kickass heroine
stepfather
drama
bxg
detective
highschool
friends with benefits
like
intro-logo
Uraian

Novel 21++

Harap bijak dalam memilih bacaan!!!

Hubungan percintaan terlarang antara seorang ibu dan anak tirinya, akibat ditinggal terlalu lama oleh sang suami untuk dinas ke luar kota. Akhirnya, di rumah itu terjadilah hubungan zina yang berkepanjangan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 01
PROLOG: Perjalanan hidup setiap manusia tidaklah sama, bahkan penuh lika dan liku dan kesalahan di sana dan sini. Manusia hanyalah sebagai penggerak atau aktor, yang menjadi produser adalah Tuhan, sang Pencipta Alam. Namun, apa jadinya jika hidup ini menyimpang dari kodrat. Sudah seperti yang diketahui bersama, bahwa hubungan terlarang ataupun zina dengan anak tiri memang telah ada sejak zaman berganti, bahkan tidak bisa dihindari. Hingga saat ini, kehidupan percintaan terlarang masih tersebar dipenjuru negeri. Bahkan sebagian negara telah menemukan kasus baru ini melonjak setiap harinya. Begitupun dengan novel ini, hadir dengan mengemas peristiwa sepasang anak tiri dan ibunya. Dibalut konflik drama rumah tangga, akan hadir dan membuat pembaca akan terhanyut berderai air mata. Jangan dilihat dari judul jika mengandung seksual berlebihan, ambillah nilai positif dari isi novel ini.  Penulis telah merangkum dan sejak lama menceritakan dunia seksual ini, akan tetapi masih sibuk dengan tulisan yang lain dan belum selesai. Maka, dikesempatan kali ini, novel tayang ekslusif untuk pembaca setia. Mirna POV Pagi ini adalah hari yang melelahkan untukku, apalagi kalau bukan disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah. Belum lagi harus menyapu halaman, nyuci piring, hingga berberes kamar tidur. Memiliki seorang suami tentara angkatan darat, membuatnya harus berpindah tugas ke luar provinsi. Di dalam rumah ini, aku hidup berdua dengan seorang anak tiri berusia delapan belas tahun. Untuk saat ini, dia telah lulus sekolah dan akan melanjutkan berkuliah di kampus swasta sebelum lulus angkatan darat.  Anak tersebut adalah bawaan dari suami, karena suami baruku telah menduda sejak lama ketika istrinya meninggal dunia. Sementara aku memiliki satu orang putri yang sekarang telah duduk bangku kuliah semester tiga jurusan Akuntansi. Namun, anak semata wayangku jarang pulang karena dia menyewa rumah di pusat kota bersama sahabatnya.  Seminggu sekali, anak kandungku pulang ke rumah, akan tetapi kembali lagi sekitar satu atau dua hari di rumah. Ya, begitulah rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Untuk biaya hidup, sekarang ini lumayan terbantu sebelumnya aku bekerja di salah satu toko roti di kota. Setelah menikah lagi, hidup ini serba tercukupi dan rumah pun tak lagi mengontrak. Namun, suami baru memiliki sifat dingin dan pendiam, hingga dia tak pernah ada waktu untuk memberikan nafkah batin padaku. Bahkan sekadar menyentuh saja tak mau, sehingga percuma rasanya punya suami. Menjelang sore hari, aku pun ke luar rumah dan hendak mengangkat pakaian yang mulai kering. Dengan membawa bak berwarna biru, aku menyusun celana dan pakaian dalam anak tiriku.  Tepat di atas jemuran yang berjejer dengan pakaian dalamku, aku menatap celana dalam milik Arjuna. Ya, ukuran celana itu lumayan besar karena memang anak tiriku mempunyai badan yang lumayan tegap seperti ayahnya. Entah kenapa, setiap kali aku menatap celana dalam milik Arjuna, jantungku deg-degser. Padahal, hanya sekadar celana berwarna hitam. Namun, ketika itu aku memegangnya dan meletakkan di d**a.  'Andai saja Arjuna bisa memberikan nafkah batin padaku, pasti tiap hari dia akan memberikan keindahan untuk hidup ini. Eh, BTW-besar enggak, ya, rudal Arjuna? Karena ... ukuran celana dalamnya saja sudah membuat aku b*******h,' gumamku dalam hati. Tak berapa lama, sebuah motor dengan knalpot oblong datang dari samping jemuran. Ya, Arjuna telah pulang bersama dengan temannya yang berusia hampir sama. Mereka selalu menginap di rumah setiap malam minggu.  Seketika aku membuyarkan lamunan dengan meletakkan celana dalam itu di dalam bak. Setelah semua pakaian kering sudah terangkat, aku pun kembali masuk dalam rumah. Setibanya di dapur, aku hendak merebus air untuk membuat kopi.  Dari arah belakang, suara tapakkan kaki terdengar lumayan laju. Aku pun menoleh siapa gerangan yang datang itu, tepat di ambang pintu, remaja berambut cepak menatap sejurus ke arahku yang saat ini mengenakan rok pendek span.  Yang membuat aku tercengang bukan penampilan remaja itu sedang menutupi kelaminnya, akan tetapi dia menatap tubuhku bagai melihat mangsa. Karena merasa sangat aneh, aku pun menatap sejurus sahabat baru dari Arjuna. "Nak, kamu ngapain di situ?" tanyaku spontan. Mendengar pertanyaan tersebut, remaja yang mengenakan jam tangan berwarna hitam itu membuyarkan lamunan. "Eh, Tante. I-ini, saya mau permisi ke toilet. Di mana, ya, kamar mandinya?" "Oh, kamu mau ke kamar mandi. Sini, lewat sebelah sini," kataku.  Kemudian, remaja itu pun berjalan melintasiku yang masih bergeming menatapnya. Remaja berambut cepak dengan arloji di tangan kanannya pun memasuki kamar mandi, dia menutup pintu dan terdengar sedang buang air kecil. Perasaan kepo pun datang, membuat aku ingin melihat sedang apa remaja tersebut. Dengan langkah lambat, aku menelusuri ruangan yang sedikit temaram dan menoleh dari ambang pintu. Tampak lubang berukuran kecil memerlihatkan sejurus ke dalam ruangan.  Remaja bercelana jins itu tengah menggoyangkan rudalnya yang lumayan besar dan berurat. Seketika aku merasa keringatan tetapi rasanya dingin. Secara saksama, aku memerhatikan bulu halus di sekitar kelamin remaja itu. 'Haduh ... ini anak cakep bener, kalau aku ajak malam ini mau enggak, ya?' tanyaku dalam hati. Tak berapa lama, remaja yang menjadi pusat tatapan pun seperti memahami tengah ada yang memerhatikannya dari ambang pintu. Kemudian, dia melangkah ke luar dan aku bergegas kembali menuju dapur. Setibanya remaja itu di samping kulkas, dia menatap ke arahku. Seraya meneguk kopi, aku pun menoleh ke arah remaja bercelana jins biru itu. "Udah selesai?" tanyaku. "Eh, udah, Tan. Terima kasih, ya," jawabnya. Tanpa menjawab, aku pun memerhatikan remaja itu memasuki rumah lagi. Terdengar samar, kalau Arjuna tengah bermain gitar dan bernyanyi di dalam kamarnya, membuat aku merasa kepo apa saja yang tengah mereka lakukan. Belum pun selesai membuat kopi hangat, anak tiriku datang memasuki dapur. Dia bergeming di samping kanan seraya menatap dua gelas kopi yang baru saja aku buat. "Ma, itu kopi buat siapa?" tanya Arjuna. "Oh, ini kopi untuk kamu dan teman kamu. Oh, ya, mau enggak minum kopi?" Aku malah balik nanya. "Ya, maulah, masak enggak. Kok, Mama baik banget sama aku. Kan, aku bisa buat kopi sendiri," sergahnya. "Udah ... kamu bawa aja ke kamar, entar keburu dingin," sambarku. Tanpa menjawab, Arjuna pun mengambil kopi buatanku di atas nampan, dia membawanya ke dalam kamar. Tak berapa lama, anak tiriku meletakkan kopi di ruang tamu.  "Dre, kamu mau kopi hangat enggak ...!" teriak Arjuna pada sahabatnya. "Mau ...!" Dengan berlari sangat kencang, sahabat anak tiriku pun ke luar kamar dan dia mendudukkan badannya di atas sofa ruang tamu. Tepat di depan televisi, aku memerhatikan dua remaja yang memiliki badan tegap dan atletis itu. Pasalnya, mereka gemar angkat besi dan latihan gym untuk membentuk otot badan.  Arjuna yang bercita-cita masuk angkatan seperti ayahnya itu gemar latihan renang, membuat tumbuh kembang badannya sangat membuat siapa pun yang melihat akan terpesona. Otot perut anak tiriku berbentuk kotak-kotak, sangat mengundang gairah. Bersambung ...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

HASRAT MERESAHKAN

read
140.1K
bc

Pemuas Hasrat Mantan Suami

read
51.8K
bc

MENIKAHI PAPA MANTAN PACARKU

read
6.2K
bc

Nona-ku Canduku

read
98.2K
bc

SEXY DEVIL UNCLE

read
18.3K
bc

Ayah Tiriku Sugar Daddyku

read
46.9K
bc

Menjadi Istri Tuan Revan

read
108.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook