Tetangga Lama

1503 Kata
"Duhh, mah ini barangnya banyak banget, Rere jadi susah nih bawanya,"keluh Renata yang menenteng beberapa barang belanjaan milik mamanya. "Ini juga barang yang mama bawa banyak kok." "Lagian mama ngapain sih beli barang sebanyak ini?"tanya Renata yang sudah mulai jengah dengan tingkah mamanya. "Udah ah kamu diem aja, oiya mama hampir lupa"Anna pun berjalan lebih cepat meninggalkan Renata dibelakangnya. "Ehh mah mau kemana lagi? tungguin Rere kek"teriak Renata, dan ia pun segera mengejar dan mensejajarkan langkahnya dengan Anna. Anna memang tipycal ibu-ibu jaman now yang gak mau ketinggalan trendy. setelah posisi Renata dengan Anna sejajar "Mama mau beli apa lagi,?" "Mama mau cari baju gamis sekalian sama long T-shirt," Setelah beberapa lama berjalan mengelilingi mall yang cukup besar itu, akhirnya mereka menemukan toko baju yang mereka cari. "Nahh ini nii tokonya"Anna pun segera berjalan masuk menuju toko baju tersebut. Renata hanya berdiri diam memperhatikan gerak-gerik mamanya yang sibuk memilih-milih baju. "Huftt ribet juga ya ngikut belanja sama emak-emak" batin Renata. "yang ini baguss gak Re"tanya Anna dengan menunjukkan baju gamis berwarna donker dan di sertai manik-manik putih yang membuatnya glamour. "hmm iyaa bagus mah"dengan mengacungkan satu jempol kearah Anna. ketika sedang asik memilih, mata Anna menangkap sosok perempuan yang tak asing baginya "Eh itu Sarah kan?"ucap Anna dengan suara pelan. Karna rasa penasarannya Anna pun menghampiri sosok perempuan itu. Saat Anna berhadapan dengan perempuan itu, ternyata... "Sarah?"ucap Anna dengan memandang wajah Sarah. Suara sapaan itu memberhentikan aksi Sarah, dan dia pun menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya. "Loh jeng Anna ya"tanya Sarah yang mulai antusias melihat tetangganya, yang sudah lama tidak pernah ia jumpa. "Iyaa, kamu tinggal disini juga," "Eh iyaa jeng, kebetulan aku baru pindah sekitar dua mingguan ke sini," "Ooo, kabar kamu sama keluarga gimana,?" "Syukur alhamdulillah semua baik, kabar kamu sekeluarga gimana,?" "Alhamdulillah kabar aku dan keluarga juga baik," "Syukur deh, lagi borong baju yaa jeng?"tanya Sarah dengan tersenyum melihat tas belanjaan yang dipegang Anna. "Ehh gak kok, ini cuma keperluan buat bulanan," Dari kejauhan Renata memandang Anna, yang sepertinya sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan sebaya dengan mamanya. "Renataaa sinii"teriak Anna dengan melambaikan tangan ke putrinya. Merasa terpanggil, Renata segera menghampiri mamanya "Iya kenapa mah"tanya Renata dengan heran. "Re, kenalin ini tante Sarah"ujar Anna dengan memperkenalkan Sarah kepada Renata. Mendapat perintah dari mamanya, Renata pun mencium punggung tangan Sarah dengan sopan dan memberikan senyum manisnya. "Renata, tantee"sapa Renata dengan sedikit menundukkan kepalanya kepada Sarah. "Oh jadi ini jeng, Renata yang kecil dulu, sekarang udah gadis ajaa yaa, sopan trus cantik lagi"ujar Sarah dengan tersenyum kearah Renata. Mendapat pujian seperti itu Renata hanya membalas senyum dari Sarah dan kembali mengingat-ingat siapa sebenarnya perempuan ini, dan sepertinya dia tidak asing lagi dengannya. "Kayaknya kita pernah Ke-"ucapan Renata terpotong karna suara teriakan anak kecil berambut sebahu dengan jepit rambut dikepalanya, yang berlari kearah mereka bertiga. "Mamaahhh," "Iya sayang, kamu ngapain sih lari-lari gitu nanti jatoh lo"ujar Sarah dengan mencubit pelan hidung putri kecilnya. Anna pun heran dan bertanya kepada Sarah "Ini anak kamu jeng,?" "Hehe iya...Vio kamu kenalan dulu dong sama temen mamah"titah Sarah kepada Violin. "Hai tante, hai kakak cantik, kenalin nama aku Violin,"sapa Vio dengan melambaikan tangannya kearah Anna dan Renata. "Eh anak cantik, kenalin juga nama tante, tante Anna." "Iyaa, kenalin nama kakak, Renata."ujar keduanya dengan seulas senyum kearah Violin. "Hehe kakak cantik deh sama kayak tante Anna"ujar Violin dengan polosnya. "Hmm makasih, kamu juga cantik kok,"seraya mengusap-usap lembut puncak kepala Violin. "Oiya Re, kamu masih inget gak sama sahabat kamu waktu kecil"tanya Sarah kepada Renata. Renata hanya memasang raut wajah bingung dengan apa yang dilontarkan Sarah. "Sahabat kecil?"ucap Renata yang kembali bertanya kepada Sarah. Kali ini Anna yang membuka suaranya untuk menjelaskan semuanya. "Rere, tante Sarah ini, mamanya dari sahabat kecil kamu dulu, masa kamu gak inget,?" "Hmm Renata bener-bener gak inget mah," "Oiya kamu sekolah dimana Re,?" "Aku sekolah di SMA garuda tante," "Hah SMA garuda, anak tante juga sekolah disitu, dia baru aja masuk sekitar dua minggu yang lalu," "Loh anak tante juga sekolah disana,?maaf tante kalo Rere boleh tau, namanya siapa ya,?" "Namanya Jojo, kamu kenal dia gak,?" Sekilas Renata pun mengingat-ingat apakah ada anak baru disekolahnya yang bernama Jojo. "Se tau Rere sih, disekolah emang ada satu anak baru tante, dia pindahan dari bandung, tapi namanya Jonathan bukan Jojo,"ujar Renata dengan polos. Ucapan Renata tadi pun membuat kedua wanita paruh baya itu tertawa kecil, yang membuat Renata jadi kebingungan. "Iyaa anak tante namanya emang Jonathan, tapi Jojo itu nama kecilnya dirumah, sama kayak nama kamu, ada nama panggilan khusus buat dirumah, kamu inget Jojo gak,?" "Jadi Jonathan itu sahabat Renata waktu kecil dulu tante,? "Iya Re, dia Jojo yang dulu suka jailin kamu, sampe bikin kamu nangis,"ujar Sarah seraya terkekeh dan diikuti dengan Anna. "Tapi kok Jojo yang sekarang beda tante,? "Hah beda gimana,?" "Jojo yang dulu kan gembul, kok sekarang gak,?" Pertanyaan Renata tadi sontak memecahkan gelak tawa kedua wanita paruh baya yang sedari tadi memperhatikan Renata. "Yaialah sayang, sekarang kan Jojo udah gede, kamu juga beda banget kok sama yang dulu, Rere yang sekarang cantik, putih, tinggi, gak kayak Rere yang dulu," Mendengar jawaban Sarah, Renata hanya tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ishh Vio kok dari tadi di kacangin yaa,"celetuk Vio dengan raut wajah cemberut. suara gadis kecil itu pun seketika memberhentikan obrolan ketiga perempuan disampingnya dan mereka bertiga langsung menatap kearah sumber suara yang tak lain adalah Violin. "Eh iya maaf ya cantik, muka kamu kok cemberut gitu, jelek tau,"ujar Renata yang berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan Violin, seraya mencubit pelan pipi gembul Violin. "Abisnya kakak cantik nge diemin aku sih"rajuk Violin dengan melipatkan tangannya dan membuang mukanya ke arah lain. "Kan kak Rere udah minta maaf, gimana sebagai permintaan maafnya, kita beli Ice cream mau gak?"tawar Rere. Anak kecil mana sih yang nolak di beliin Ice cream, kalo pun ada yang nolak, pasti itu jarang banget atau dia gengsian. dengan cepat dan semangat Violin langsung menerima tawaran Renata"Iya kak, aku mauu, ayoo kakk belinya sekarang ajaa"ajak Violin dengan menarik pergelangan tangan Renata. "Oke oke...tapi kamu harus minta izin dulu ya sama mama kamu," mendengar obrolan dua orang gadis tersebut Anna dan sarah pun mengagguk. "Yaudah kalian boleh kok beli ice cream tapi jangan lama-lama ya,"titah Sarah dengan lembut. "Hati-hati ya, Rere kamu jangan sampe bikin adek Vio nangis yaa,"teriak Anna sebelum kedua gadis itu menjauh, Renata  membalas nya dengan mengacungkan kedua jempolnya. Setelah dilihatnya kedua gadis itu sudah menjauh dan hilang dari pandangan kedua wanita paruh baya, yang masih setia berdiri seraya memilih baju yang akan mereka beli. ~~*~~ Disinilah mereka sekarang, di tempat toko ice cream yang tak jauh dari tempat toko baju tadi. "kamu mau beli ice cream yang mana?"tanya Renata sembari mendudukkan Vio di kursi. "Aku mau ice cream tiramisu kak" "Okeyy tunggu yaa" "Mbak ice cream tiramisu nya satu, sama pistachio nya juga satu." "Oke kak, mohon tunggu sebentar ya."ujar penjual ice cream tadi kepada Renata. Tak lama menunggu, dua ice cream pesanan mereka pun siap, Renata segera membawanya ketempat dimana Violin duduk. "Tadaaa, ini ice cream pesanan tuan putri," ucap Renata yang sok-sok'an mendramastiskan keadaan. Muka Violin yang tadinya tertekuk pun kembali ceria dengan kedatangan Renata yang membawa ice cream untuknya. "Wahhh makasih kakak Rere yang cantikk," "Hehe iyaa sama-sama Vio," Violin pun, memakan ice creamnya dengan tenang, disela-sela makannya Renata pun bertanya"Vio kelas berapa sekarang?"tanya Renata seraya menyuap ice cream ke mulutnya. "Kelas tiga sd kak" "Ohh..Vio udah besar yaa, oiya bang Jojo baik gak sama Vio,?" "Emm bang Jojo kadang baik kadang juga suka ngeselin kak," "Loh kok bisa ngeselin,?" "Iya kak, dia itu kadang suka jailin Vio, jadi, Vio sebel sama abang Jojo,"racau Vio dengan menekuk wajahnya kembali. "Eh yaudah deh, maafin kak Rere ya, udah nanyain ini ke kamu, tapi jangan ngambek lagi dong, Vio kan anak cantik, jadi gak boleh ngambekan yaa,"titah Rere pengertian dengan senyum yang tercetak di bibir mungilnya. Mendengar ucapan Renata, gadis mungil itupun kembali tersenyum dan menampakkan gigi gingsulnya. "Gimana, ice creamnya udah habis,?" "Dikit lagi kak, oiya kak habis ini kita jalan-jalan dulu yuk kak,? sekalian main timezone, gimana? kak Rere mau gak,?" "Hmm kakak sih oke-oke aja, tapi ntar tante Anna sama mama Vio nyariin kita gimana, kan kasihan mereka kesusahan nyariin kita,"ucap Renata merayu anak kecil yang bersamanya itu, untuk kembali ke tempat orang tuanya. "Iya juga sih kak, tapi..." "Gini aja deh, sekarang kita samperin mamanya Violin dulu, trus kapan-kapan kita main bareng lagi, gimana?"tawar Renata dengan menggenggam tangan mungil Vio. "Oke deh kak, tapi kakak janji ya"dengan menyodorkan jari kelingkingnya didepan Renata. Renata pun segera menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking mungil Vio"Iya kakak janji." ~~*~~ Tbc Gimana guys ceritanya udah seru belum?ini sih baru awalannya dan pastinya aku bakal lanjuttin ceritanya lagi kalo kalian support aku dengan kasih Votte dan Comment jangan lupa juga Share ceritanya kalo menurut kalian bagus... Sekalian Follow akun Ig aku ya @dfannd_...Siapa yang share cerita aku dan tag aku di akun ig nya, aku janji bakal tautin akun ig nya di setiap cerita aku☺
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN