Pertemuan

1330 Kata
Setelah tiba disekolah, Renata segera bergegas berjalan menuju koridor kelasnya. Dari kejauhan dia melihat Sisi yang tengah memanggilnya. "Renataa Renataa," "Apaansi lo Si, kek anak kecil baru liat emaknya aja,"sergah Renata terkekeh "Ih judes banget sih lo Re,"memanyunkan bibirnya ke depan. "Kenapa!! lo kangenn sama gue?"ujar Renata berjalan masuk menuju kelas. "Ihh mulai kepedean deh lo, gue cuma mau ngasih tau lo, pr matematika udah lo kerjain?" "Ehh emangnya sekarang ada matematika?"tanya Renata dengan raut wajah heran. "Ya ada lah, matematika kan pelajarnnya jam pertama." "Aduuhh mampuss gue Si," "Pasti lo gak bikin pr kan? lo kan tau Re kalo Ibuk Susi disciplined teacher, emang lo mau kena hukum sama dia." "Kan gue gak tau Si, yaudah sini cepett mana buku lo"ucap Renata menarik tangan Sisi. "Ehh ehh enak aja, lo mau nyontekk?" "Trus lo tega emang liat beautiful bestfriend lo di hukum, ya ampun Si, lo jahat bangett sama gue, hiks hikss..."ujar Renata dengan menunjukkan puppy eyesnya dan disertai rengekan kecil. "Duhh kok lo jadi lebay gini sih, kan gue jadi gak tegaan liatt lo kek gini Re,"ucap Sisi dengan raut muka sedihh. Wkwk Sisi orangnya emang gampang banget baperan, padahal kan Renata cuma akting aja di depan Sisi, supaya dia mau ngasih buku prnya ke Renata. Karna kasihan melihat Renata, Sisi pun akhirnya pasrah dan memberikan buku pr miliknya ke Renata. "Yaudah dehh nihh"ucap Sisi dengan menyodorkan buku pr nya ke arah Renata. "Uhh thanks you, beautiful, cute, funny best friend," "Kalo ada maunya aja langsung muji gue"cibir Sisi dengan memutar bola matanya jengah. Renata hanya membalas dengan kekehan kecil dan tersenyum lebar menampilkan rentetan gigi rapinya, setelah itu dia langsung cepat-cepat membuat pr nya. Bel tanda masuk memang sudah berbunyi lima menit yang lalu. Tak lama setelah itu masuklah guru bidang studi matematika yang katanya disciplined teacher. "Pagi anak-anak seperti janji ibuk kemarin hari ini ibuk akan memberikan kalian tugas kelompok, dan ibuk akan menentukan kelompok kalian masing-masing." Karna ibuk Susi tipe guru yang gak mau ribet jadi dia milih buat bikin kelompok sesuai urutan absen, dan ternyata Renata dan Jonathan satu kelompok, karna Jonathan anak baru, jadi urutan namanya berada di paling bawah. **** Bel tanda istirahat pun berbunyi semua siswa dan siswi yang kelaparan pun segera berhamburan keluar kelas untuk mengisi perutnya ke kantin. Beda halnya dengan Renata yang ingin menghabiskan waktu jam istirahatnya di dalam kelas. "Lo gak ke kantin Re,?"tanya Sisi yang duduk di samping Renata. "Gak ah gue lagi badmood."jawab Renata yang fokus membaca novel tanpa menoleh ke arah Sisi. "Lo kenapa sih, gak biasanya kek gini? Lo sakitt yaa ?atau ada masalah? kalau iyaa, ceritaa dong sama gue, kan gue sahabat lo."tanya Sisi dengan penuh rasa ingin tau. "Hmm, gue cuma lagi kepikirin sama Nindy, Si," "Nindy??? Emang ada apa sama Nindy,?" "Nindy sekarang lagi nginep dirumah gue." "Haah.. nginep di rumah lo, sejak kapan? emang dia kenapa?"tanya Sisi dengan pertanyaannya yang bertubi-tubi. "Sejak tadi malem, soalnya dia ada masalah dikeluarganya, papanya ada Affair sama perempuan lain gitu, yang bikin keluarga mereka gak harmonis lagi, dan lo tau gak? tadi pagi kebetulan gue ngeliat papanya Nindy jalan sama perempuan lain." "Wahh, gak bisa di biarin nih Re, kita harus bantuin Nindy nih, secara kan Nindy tu sahabat gue juga, kayaknya kita harus jadi paparazi nih Re," "Maksud lo"menaikkan satu alisnya dan menatap Sisi dengan wajah penuh tanya. "Maksud gue, gimana kalo kita buntuti aja kemana papanya Nindy pergi, biar kita tau sama siapa dia jalan, trus kalo kita udah tau siapa perempuannya, kita samperin aja tu perempuan, biar kapok supaya jangan ganggu suami orang lagi." "Yaelah gayaa lo Si, kayak berani aja lo." "Oohh jadi lo gak percayaa Re!"tegas Sisi dengan raut wajah meyakinkan. "Lo yakin Si, dengan cara gini, masalah bakal selesai?" "Yaa..sebenernya gue juga belum yakin sih Re," "Hmm tapi kayaknya gak enak deh, ikut campur dalam urusan mereka, soalnya kan ini menyangkut urusan internnya keluarga Nindy," "Tapi gimana dong, kan kasihan sama Nindy nya." "Yaudah deh kita bantu doa aja yang terbaik buat keluarganya Nindy, oiya satu lagi, lo jangan ngomongin soal masalah ini dulu ya sama Nindy takutnya ntar Nindy malah makin down trus terpukul" "Okee sipp, rahasia bakal aman terkendali sama gue"ujar Sisi sembari mengedipkan satu matanya. Tak lama kemudian bel tanda masuk pun berbunyi, suasana kelas yang tadinya sepi kembali menjadi riuh. ***** Sepulang sekolah mereka segera janjian untuk pergi ke rumah Puspa teman satu kelompok Renata, dalam satu kelompok ada enam orang, Renata, Jonathan, Puspa, Sisi, Ulfa, dan Tomi. Tepat pukul empat belas lewat empat puluh menit, mereka semua sudah berkumpul di rumah Puspa, ketika sedang sibuk mengerjakan tugas kelompok, tiba-tiba handphone Renata berdering. "Guys bentar ya, gue angkat telpon dulu."ujar Renata, dan diangguki oleh semua temannya, dia pun berdiri dan menjauhi teman-temanya. Ternyata Nindy yang nelpon. "Re, lo dimana? Gue bete nih di rumah lo sendirian." "Gue lagi ngerjain tugas kelompok di rumah temen gue nind," "Gue boleh ikut gabung gak? gue susul lo kesana ya Re, bolehh yaa Re,"ujar Nindy dengan suara memelasnya. "Yaudah deh, ntar biar gue share lock alamatnya ke lo," "Oke dehh" Tuttt tuuutt.... Pembicaraan mereka pun terputus Selang beberapa menit kemudian Handphone Renata bergetar ternyata pesan dari Nindy. •Nindy Gue udah sampe di gang nuri nih, rumah temen lo yang mana sih" •Renata Gini deh lo cari aja pagar cat warna hitam, rumah no.32 trus ada mobil warna putih di depan teras rumahnya Sambil celingak-celinguk, nindy mencari rumah yang dimaksud. Tak lama kemudian alamat yang dicari pun ketemu. Srekkk.... Bunyi suara pagar terbuka "Nindyyyy" teriak Sisi dengan histeris, ketika melihat kehadiran sahabat smpnya yang sudah lama tidak bertemu, dan dia segera menuju ke arah Nindy sambil memeluk Nindy. Renata juga segera menghampiri Nindy, untuk mengajaknya masuk dan bergabung bersama temanya. "Oiyaa semuanya, kenalin ini Nindy temen gue, dia pengen nemenin gue disini sekaligus gabung bareng kita"ujar Renata mengenalkan Nindy kepada teman-temannya Semua teman-teman Renata memandang kearah Nindy dan menyambut kedatangan Nindy dengan seulas senyuman hangat, sembari mengulurkan tangan mereka, ke arah Nindy untuk berkenalan dengannya. Sontak Jonathan kaget melihat kehadiran Nindy teman lamanya. Dengan nada suara bertanya-tanya Jonathan menyapa Nindy. "Nindy?" Dengan wajah tatapan kaget Nindy pun membalas bertanya. "Lo Jonathan kan? " "Iya nin gue Jonathan"jawab Jonathan dengan senyum sumbringahnya. Yang lebih herannya lagi, Renata bingung melihat kedua temannya yang sudah saling mengenal satu sama lain. "Loh, kalian berdua udah saling kenal?"tanya Renata sembari menatap mereka berdua secara bergantian. "Ehh iya Re, kita udah kenal lama, soalnya Jonathan ini temen gue waktu di bandung, sebelum gue pindah ke Jakarta"ujar Nindy menerangkan kepada Renata. "Oh gitu, bagus deh kalo kalian udah saling kenal" "Oiya gimana kabar lo Nind,? trus kabar mama sama papa lo,? semua baik-baik aja kan?" "Kabar gue baik, kabar mama sama papa gue juga baik kok"ucap Nindy yang berusaha bersikap tenang padahal semua bertolak belakang. **** Tugas kelompok mereka pun akhirnya selesai, satu persatu teman Renata meninggalkan rumahnya Puspa, sekarang tinggallah Jonathan, Renata, Sisi, dan Nindy. "Nind abis ini lo mau kemana?"tanya Jonathan yang tengah memasang helmnya. "Hmm rencananya sih mau pulang, emangnya kenapa?" "Pulang bareng gue aja gimana?"tawar Jonathan. "Trus gimana sama Renata, Sisi ?"tanya Nindy sambil melihat kearah kedua sahabatnya itu. Mendengar obrolan mereka Renata segera menjawab"Yaudah gak apa-apa Nind, lo pulang bareng Jonathan aja, ntar gue sama Sisi biar pulang pake ojol" "Loh kalian serius gak apa-apa?"tanya Nindy lagi. "Iyaa Nind ga apa-apa, lagian kan kalian udah lama gak ketemu dan pastinya banyak yang mau kalian obrolin kan?"Iya gak Si?"sambil menyenggol Sisi. "Ehh iyaa bener bangett tuh, kalian pasti butuh waktu buat ngobrol bareng trus sharing-sharing cerita, biar makin tambah akrab yaa kan?"ujar Sisi dengan penuh pengertian sambil terkekeh. "Oke makasih ya Re, Si,"jawab Nindy dengan senyum simpul. mereka pun pamit pada Puspa, dan sayup-sayup terdengar suara auman motor Jonathan yang sudah meninggalkan Renata dan juga Sisi yang sedang menunggu ojolnya. ***** Hai guys jangan lupa follow akun dreame aku ya^^  Karna menulis dan berimajinasi tak segampang membaca Sekalian follow akun ig author juga gpp kok hehe @ndrindiii29_ Salam, Indri
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN