Manis

1290 Kata
Motor Jonathan pun berhenti tepat didepan sebuah cafe mini tempat biasa anak-anak muda nongkrong menghabiskan waktu mereka. Jonathan dan Nindy pun segera mencari tempat duduk untuk mereka bersantai dan mengobrol, suasana cafe itu ramai, jadi mereka berdua agak lama menunggu tempat duduk, karna semuanya penuh. Beruntung ada dua orang yang sudah selesai makan dan meninggalkan meja mereka, dengan segera Jonathan dan Nindy pun menghampiri tempat duduk yang kosong tersebut. **** Tak lama setelah itu, seorang pelayan cafe menghampiri mereka dan menyodorkan sebuah buku yang berisi menu makanan atau minuman yang akan mereka pesan. "Permisi mas, mbak mau pesan apa?"tanya seorang pelayan laki-laki dengan ramah yang mengenakan baju merah hitam seragam cafenya. Segera Jonathan mengambil buku menu yang disodorkan pelayan tadi. "Lo mau pesen apa Nind?"tanya Jonathan dengan menyodorkan buku menu tadi ke arah Nindy. "Gue pesen milkshake vanilla deh,"jawab Nindy dengan menunjuk kata milkshake di buku menu tadi. "Makanannya apa?" tanya Jonathan lagi "Gak usah Jo, gue gak laper." Mendengar jawaban Nindy, Jonathan mengurungkan niatnya untuk memaksa menawarkan makanan kepadanya, dan Jonathan pun hanya manggut-manggut mengerti. "Mas, mikshake vanilla nya 1 trus mikshake cappucino 1 ya" ucap Jonathan ke arah si pelayan. "Oke tunggu sebentar ya mas" jawab pelayan sembari melenggang pergi meminggalkan Jonathan dan Nindy. Suasana menjadi hening setelah pelayan cafe tadi pergi, satu diantara mereka sibuk memainkan benda pipih ditanganya, keduannya pun tidak ada yang mau membuka suara. Sembari menunggu pesanan mereka datang, dan juga untuk menghilangkan rasa canggung, Jonathan memberanikan dirinya untuk mulai mengobrol dengan Nindy. "Hmm,bNind kok lo bisa pindahk esini?"tanya Jonathan kepada Nindy yang tengah sibuk memainkan ponselnya. Nindy pun menoleh ke arah Jonathan Dan menghembuskan nafasnya secara halus "Keluarga gue pindah kerja kesini, ya mau gak mau gue juga harus ikut, trus kebetulan, abang gue kuliah dijakarta juga, jadi bisa sekalian ngumpul bareng-bareng deh," "Ohh gitu, Oiya kira-kira kita udah berapa lama ya kita gak ketemu?" "Yaudah lama banget lah, seinget gue terakhir kita ketemu tu waktu perpisahan kelas enam sd, pas masih bocah" "Wkwk, Iyaa udah enam tahun kita gak ketemu ya, By the way lo sekarang sekolah dimana?" "Gue sekolah di SMA Bhakti" "Trus kok lo bisa kenal sama cewek tengil itu sih?" "Hah cewek tengil? maksud lo siapa ?"tanya Nindy dengan heran. "Siapa lagi kalo bukan si Renata,"ujar Jonathan memutar bola matanya malas. "Loh kenapa emangnya? trus kok lo kayak gak suka gitu sama Renata,?" "Duhh..Bego banget sih lo Jo, ngapain sih mesti keceplosan dan gak mungkin kan, gue cerita sama Nindy soal gue yang selalu dapet sial kalo ketemu Renata" batin Jonathan. Sebenernya bukan cuma Jonathan aja si yang selalu dapet sial setiap deket Renata, tapi sebaliknya juga gitu, kalo Renata deket sama Jonathan pasti dia juga kena sial. "Hmm... Gak apa-apa sih cuma nanya aja, kalian kan beda sekolah, trus kenapa bisa kenal dan akrab banget" "Yaialah karna Renata tu sahabat gue waktu SMP, dari SMP kita tuh udah deket banget, sampe sekarang" "Trus kalo Sisi,? " "Sisi juga sahabat gue waktu SMP, by the way, lo tadi belum jawab pertanyaan gw Jo," tiba-tiba pelayan laki-laki tadi datang menghampiri mereka berdua dengan membawakan dua milkshake di atas nampan yang dipegangnya. "Maaf permisi mas, mbak ini pesenannya, maaf ya sudah menunggu lama" sembari meletakkan dua milkshake diatas meja. "Makasih mas"ujar mereka secara bersamaan Pelayan laki-laki tersebut hanya memberikan seulas senyum dan berjalan pergi, mungkin karna mereka mengucapkan makasih secara bersamaan. Nindy pun hanya terpaku diam, dan tersipu malu di depan Jonathan. Jonathan tau jika Nindy salting di depannya. "Heii kenapa harus malu"tanya Jonathan memandang Nindy "Si-siapa yang malu"jawab Nindy dengan gelagapan "ya elo lah"ujar Jonathan "Gak kok... gue gak malu, lagian kenapa harus malu?" Untuk menghilangkan rasa malunya Nindy kembali menanyakan pertanyaannya tadi yang belum di jawab oleh Jonathan. "Jo, lo masih ngutang cerita sama gue loh!"rengek Nindy dengan mengerucutkan bibirnya kedepan. Lagi-lagi Jonathan dikejutkan dengan ucapan Nindy tadi, yang selalu diulang-ulangnya, karna dia bingung untuk menjawabnya. "Maksud lo apa ya Nind? gue ngutang cerita apaan??"tanya Jonathan pura-pura tak ingat "Itu loh...lo kenapa kayak gak suka gitu sama Renata," "Ohh..Ya karna gue liat Renata tu cewek jutek trus punya emosional yang tinggi gitu"jawab Jonathan dengan santai seraya meminum milkshakenya. "Ah masa iya sih sifatnya Renata gitu, se tau gue Renata tu typical cewek yang tegas, berani tapi disisi lain dia juga termasuk kategori cewek yang perhatian dan penyayang kok, mungkin itu karna lo nya aja yang belum kenal deket sama dia"ujar Nindy dengan panjang lebar mendeskripsikan sifat sahabatnya itu "Ehh iya mungkin..."jawab Jonathan yang sedari tadi menyimak semua ucapan Nindy. "Oiya Nin...besok lo ada kerjaan gak?"tanya Jonathan "Yaa kalo lo nanya soal kerjaan, ya banyak lahh, apalagi besok tu hari minggu, kerjaan gue di rumah tu, nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, sama nyapu rumah, kenapa emang? ohh pasti lo mau bantuin gue yaa ?"ujar Nindy yang langsung di sertai kekehan kecil menatap wajah Jonathan yang melongo. "Ehh bukan itu maksud gue?" "Yaa Truss?" "Besok lo gak kemana-mana kan?Soalnya gue mau ngajakin lo jalan-jalan," "Jalan-jalan?kemana?"tanya Nindy antusias. "Besok deh gue kasih tau, lo nya bisa apa gak?" Kalo soal yang namanya jalan-jalan pasti Nindy gak bakal pernah nolak, karna itu emang udah jadi hoby nya sejak kecil, tau sendiri lah yaa namanya juga cewek pasti paling seneng banget kalo diajak jalan-jalan. Dengan cepat Nindy langsung menjawab "Iyaa gue mauu"ucapnya dengan nada histeris bahagia seakan mau terbang ke langit. "Semangat amat lo kalo di ajak jalan-jalan, emang yaa sifat ke kanak-kanakkan lo dari dulu gak pernah ilang,"ujar Jonathan terkekeh melihat aksi Nindy yang sama persis ketika sewaktu kecil. Seketika wajah Nindy langsung memerah seperti tomatt"Ihh apaan sih lo." "Haha...Yaudah pulang yuk, biar gw anter"ajak Jonathan. Nindy pun langsung menganguk dan meyetujui tawaran Jonathan. Sesuai arahan yang diberikan Nindy, motor Jonathan pun berhenti disebuah rumah besar, ber cat putih dan berpagar tinggi dengan halaman di kelilingi berbagai aneka macam bunga yang warna-warni. "Ini rumah lo?"tanya Jonathan sembari melepaskan helm di kepalanya. "Eh gakk...Ini tu rumahnya Renata," "Lah trus ngapain kesini?"tanya Jonathan dengan keheranan. "Iya gue sekarang lagi nginep dirumah Renata, sekalian mau main bareng sama dia"jawab Nindy yang sedikit gugup karna dia telah berbohong. dengan alasan itu Jonathan pun manggut-manggut mengerti. "Berarti besok gue jemput lo disini? "Iya boleh..." "Oke yaudah kalo gitu besok gue jemput lo pagi sekitar jam sepuluh ya," "Oke sip"ucap Nindy sembari mengacungkan jari jempolnya "Eh iya Nind gue boleh minta nomer hp lo gak, biar besok gw gak lama nunggu lo?"sembari menyodorkan hpnya ke Nindy "Iyaa boleh Jo,"dengan cepat Nindy pun mengetikkan nomer hpnya di handphone milik Jonathan "Oke Thanks.... gw balik dulu ya Nind,"pamit Jonathan kepada Nindy "Iya Hati-hati ya."sembari tersenyum dengan memperlihatkan lesung pipitnya "Manis..." batin Jonathan karna memang hanya itu yang bisa di lontarkan Jonathan setelah melihat senyuman Nindy. Mendengar ucapan itu Jonathan memberikan senyuman manis khasnya ke Nindy, rasanya dia benar-benar nyaman bersama Nindy hari ini, apalagi kalau Nindy selalu memberikan dia perhatian seperti tadi. Dengan perasaan bahagia Jonathan pun segera pergi meninggalkan Nindy yang berada depan rumah Renata dengan lambaian tangannya. ~*~ Selesai mengantarkan Nindy, Jonathan pun memutuskan untuk segera pulang. Ketika hendak pulang, motor Jonathan pun terhenti karna melihat sosok mamanya di sebuah restoran seafood bersama dengan seorang laki-laki. "Itu kan mama, ngapain mama disana, sama laki-laki lain lagi, mata gw gak mungkin salah..itu pasti bener-bener mama" batin Jonathan. Dengan rasa penasaran, Jonathan pun mengurungkan niatnya untuk pulang dan mengikuti langkah mamanya yang masuk ke dalam restoran, untuk memastikan apakah yang dilihatnya benar-benar sosok mamanya. Jonathan pun terkejut karna yang dilihatnya memang benar sosok mamanya, tetapi sayangnya dia tidak melihat wajah laki-laki yang sedang bersama mamanya tersebut, karna sosok laki-laki itu membelakanginya. Tbc "Jangan pernah melupakan sebuah hal kecil yang kalian anggap istimewa, karna mengukir kenangan masa kecil sangatlah manis dan berwarna " Sekalian follow akun ig author yaa @ndrindiii29_ Salam, Indri
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN