Bertengkar

1271 Kata
Please jangan jadi readers yang silence Setelah lima belas menit Jonathan menatap dan memperhatikan tingkah mamanya, dia pun mulai bosan karna tak ada reaksi dari sosok laki-laki itu untuk menoleh ke arahnya. Alhasil dia tetap tidak mengetahui siapa sebenarnya laki-laki yang bersama mamanya. Jonathan pun memutuskan untuk pulang kerumah, karna memang dirinya sudah lelah. "Huuhh sial....kan gue jadinya gak tau siapa laki-laki ituu, bodo ah lagian juga gw udah capek banget" rutuk Jonathan pada.dirinya sendiri. Karna hari sudah hampir gelap, Jonathan pun memutuskan untuk langsung bergegas pergi dari restoran itu dan menaiki motornya. ~*~ Akhirnya Jonathan sampai dirumah, dia segera memparkirkan motornya ke garasi dan ternyata mobil milik Roni papa Jonathan, sudah duluan terparkir di garasi, itu artinya papanya sudah pulang "Assalamualaikum"sembari berjalan masuk ke rumah "Waalaikumsalam"jawab papanya yang sedang duduk di depan ruang tv Pandangannya langsung tertuju ke arah laki-laki paruh baya yang duduk di sofa dengan sebuah koran di tangannya, dan Jonathan pun duduk di samping papanya. "Pa..."panggil Jonathan sembari duduk "Hmm" hanya suara deheman yang Jonathan terima, Jonathan makin heran karna perubahan sikap papanya saat ini dan dia mulai bertanya-tanya soal mama ke papanya, seakan pura-pura gak tau yang terjadi sebenarnya. "Pa...mama kemana?kok gak keliatan, biasanya kan papa duduk sambil nonton bareng? apa mama udah tidur duluan??"tanya Jonathan yang sok-sok'an mengintimidasi Roni dengan semua pertanyaan horornya. "Mama kamu belum pulang"ucap Roni yang masih fokus membaca koran tanpa menoleh ke arah Jonathan. Jonathan hanya menghela nafas panjang, karna emang dia udah yakin mamanya belum pulang dan pastinya dia lagi mesra-mesraan sama laki-laki b******k tadi. tapi supaya Roni gak keliatan curiga ke Jonathan, ya untuk sementara waktu Jonathan bakal rahasiain ini dari Roni, sampai dia tau dan membuktikan sendiri siapa laki-laki tadi. Jonathan pura-pura kaget seakan gak tau apa-apa. "Loh mama belum pulang? emangnya mama kemana pa,?" "Papa juga gak tau, tadi siang mama kamu pamit ke papa, katanya sih mau arisan bareng sama temen-temennya." "Ohh arisan..."jawab Jonathan singkat "Gw bener-bener gak nyangka, mama tega lakuin hal se keji ini sama papa, sampe-sampe dia boongin papa," Batin Jonathan kesal. "Violin mana pa, tumben tu bocah juga gak keliatan?" "itu si Vio udah tidur duluan, katanya dia capek banget" "Dasar... alasan tu bocah banyak banget"umpat Jonathan Violin itu adiknya Jonathan, sekalian juga musuh bebuyutannya kalo lagi dirumah, dia masih duduk di kelas tiga sd. "Ohh..yaudah pa kalo gitu papa istirahat aja, pasti papa capek banget kan siap pulang kantor," "Iya Jo, papa masuk ke kamar dulu ya," jawab Roni sembari berdiri Ketika ingin melangkah menuju kamar "Assalamualaikum" Salam Sarah mamanya Jonathan menghentikan langkah kaki Roni, dan Jonathan yang tadinya lagi asik nonton juga langsung menoleh ke arah sumber suara. Roni pun mulai mengintrogasi dan memberikan seribu pertanyaan bertubi-tubi ke Sarah, mungkin Roni ingin meluapkan amarahnya saat ini. "Kamu habis dari mana?kenapa jam segini baru pulang, tadi pamitnya kan cuma mau pergi arisan kenapa sampe semalem ini?kamu gainget kalo kamu tu udah berkeluarga, seharusnya kamu jadi istri yang baik bukannya malah keluyuran gak jelas"celoteh Roni panjang lebar. "Kamu gimana sih mas, kan aku tadi udah pamit sama kamu, kalo aku bakal pergi arisan, trus ngumpul bareng sama temen-temen aku, yaa namanya juga ibuk-ibuk pasti ada ajalah yang mau di omongin"balas Sarah membela diri. "Iya aku tau kamu emang udah minta izin sama aku, tapi gak seharusnya kamu ngumpul sampai malem malem kayak gini, sebelumnya kan aku gak pernah larang kamu buat keluar ngumpul bareng temen-temen kamu kan?tapi aku gak suka, kalo kamu pulang sampe semalem ini"pekik Roni dengan nada suara tinggi. Jonathan pun hanya menyimak pertengkaran kedua orang tuanya itu, karna gak mungkin dia harus ikut campur dan membuka kedok mamanya di depan papanya yang pastinya bakal bikin suasana akan tambah menjadi kacau. "Yaudahlah mas, aku lagi males berdebat sama kamu, lagian ini udah malem, aku capek pengen istirahat"ketus Sarah sembari melenggang pergi memasuki kamar. Roni hanya menggeleng-geleng kepala melihat perlakuan istrinya yang sudah berada diluar batas ya bisa di bilang keterlaluan. "Udahlah pa, gausah dipikirin mungkin mama emang lagi capek, sekarang papa istirahat aja" "Iya, kamu juga sana tidur ini udah jam sepuluh loh"titah Roni sembari melenggang pergi ~*~ Suara kicauan burung dipagi hari yang membuat Jonathan bangun dari tidurnya, dia pun segera bergegas masuk kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya. Selesai mandi, dia pun segera mencari baju untuk dipakainya jalan-jalan, sesuai dengan janjinya kemarin, dia akan mengajak Nindy untuk jalan-jalan. Jonathan pun memakai jaket bomber warna hitam, T-shirt warna putih polos untuk baju dalamnya dan celana levis hitam Sekarang dia berdiri di depan sebuah kaca di kamarnya seraya merapikan jaket yang di kenakannya, dia pun bersiul-siul kecil. Tanpa disadarinya ternyata pintu kamar Jonathan sedikit terbuka, dan kebetulan Sarah tak sengaja lewat didepan kamar Jonathan, sarah pun segera menghampiri putranya itu. "Ekhemm...anak mama pagi-pagi udah ganteng, tumbenan nih mau pergi kemana?"sembari memandang Jonathan dan duduk di tepi kasur yang berukuran king size milik Jonathan. Jonathan yang dapat pertanyaan tersebut langsung terseyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yan tidak gatal. "Eh mama, iya aku mau jalan-jalan mah" "Jalan-jalan? sama siapa?" "Hmm...sama temen Jojo mah"sambil senyum-senyum didepan kaca. "Kayaknya anak mama lagi kasmaran deh"ujar Sarah yang langsung mendapat senyuman tipis dari Jonathan. "Benerr yaa kamu lagi kasmaran? sama siapa tuu?"tanya Sarah yang sedikit kepo "Apaan sih mah,"tersenyum seraya menyemprotkan sedikit parfume ke bajunya. "Kalau emang bener juga gak apa-apa kok, asalkan kamu bisa aja jaga sikap kamu, jangan sampe kelewatan batas dan tetep fokus sama sekolah"ucap Sarah sembari berdiri didepan putranya dan melenggang pergi keluar dari kamar Jonathan. sebelum melangkah Sarah mendapat panggilan "Maah..." siapa lagi kalau bukan Jonathan yang memanggilnya. Panggilan itu membuat Sarah kembali menoleh kebelakang dan menghampiri putranya."Iya kenapa sayang," "Mama gak lagi nyimpen sesuatu kan,"tanya Jonathan yang seketika membuat badan Sarah menegang dan terpaku diam. "Maksud kamu?" "Hmm yaudah mah, gausah dibahas, Jojo pergi dulu ya mah,"pamit Jonathan sembari mencium punggung tangan Sarah dan berjalan keluar kamar meninggalkan Sarah. Sarah masih saja terpaku diam, apa maksud perkataan putranya tadi,?tapi setelah itu dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. ~*~ Baru saja turun dari tangga dia mendapati Roni yang sedang duduk di sofa dengan sebuah kopi diatas meja, tangannya memegang sebuah koran, tidak hanya ada Roni disana tapi juga ada Violin yang sedang duduk disamping papanya. Sebelum pergi tak lupa Jonathan berpamitan juga dengan papanya "Pa, Jojo pergi dulu yaa" "Haah kamu mau kemana pagi-pagi gini udah rapi?tanya Roni sembari menyeruput kopinya "Loh bang Jojo mau kemana?"tanya gadis kecil ang tengah duduk seraya menonton tv. "Mau pergi jalan-jalan bareng temen" "Ohh cewek yaa"goda Roni kepada Jonathan dan itu refleks membuat Jonathan salting didepan papanya. "Hehe iya pa"jawab Jonathan dengan smirk khasnya "Ciee ciee pasti mau pacaran kan?"sergah Violin dengan ledekannya. "Apaan sih lo dek, anak bocah gak boleh kepoan"ujar Jonathan dengan mengacak-acak rambut adik kecilnya. "Udah papa duga, soalnya gak biasanya anak papa, pagi-pagi udah ganteng kayak gini" "Aku tiap hari ganteng terus kali pa"jawab Jonathan dengan kepedeannya "Huu gantengg dari mana, orang muka abang aja kayak wajan penggorengan mamah,"cibir Violin yang langsung mendapat jitakan dari Jonathan. "Huuh biarin anak kecil gak boleh irian yaa, yaudah pa, Jojo berangkat dulu ya"pamitnya sembari mencium punggung tangan Roni, sama halnya seperti yang dilakukannya kepada Sarah tadi. "Iyaa...Ingett pulangnya jangan malem-malem"titah Roni yang langsung diangguki Jonathan. ~~***~~ Jangan pernahkhianati hati seseorang yang benar-benar tulus mencintai Dan jangan mudah percaya dengan rayuan seseorang yang baru kita kenal Tbc ✨ Maap ya guys aku lama ngepostnya, karna sekarang lagi ujian, jadi mesti harus lebih fokus buat ujian, author janjii selesai ujian bakal ngetik dan langsung ngepublish cerita selanjutnya. Follow ig author ya guys @ndiii.corn Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Votte dan commentnya, karna satu votte dan comment dari kalian sangat berharga buat author ❤ ,Salam Indri
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN