.Melihat, siapa orang yang menekan bel, Rexi mengerjap, lalu mundur beberapa langkah. "Dimana kakak gue, pasti dia ada di dalam kan," todong Cia menjulurkan kepala, melihat ke dalam kamar dari cela pintu yang sedikit terbuka. Sementara Drax yang menemani Cia hanya diam, masih menjadi pendengar yang baik karena dia masih belum tau duduk permasalahannya. "Siapa kakak lo? Vanka?" "Kalau Vanka yang lo maksud, dia lagi makan di balkon," ujar Rexi berusaha santai. "Minggir, gue mau ketemu sama kakak gue." Vanka pun menerobos masuk, menggeser tubuh Rexi yang menghalangi pintu masuk. "Kak!" Vanka yang tengah menyesap minumannya, hampir tersedak minumnya saat mendengar teriakan Cia. Hening. "Ci … kenapa lo bisa ada disini, siapa yang jaga Hara?" Vanka bangkit dari duduknya menghampiri sang

