Sebuah Kejutan

1650 Kata
Kembali ke masa sekarang : Masih di hari yang sama dan di pagi yang cerah terlihat Rahadian masih belum beranjak dari tempat duduknya tepatnya di area balkon penthouse apartmentnya dan ia masih menikmati pagi yang indah ini dengan ditemani segelas kopi dan rokok, Rahadian tampaknya masih hanyut dengan lamunan dan pikirannya sendiri. "Kenapa susah sekali ya gue ngilangin bayang-bayang wajah Azizi…? Tapi gue juga masih sulit buat ngelupain Arlita… padahal jelas sekali gue ini sudah di sakitin sama Arlita dan Arlita juga sudah pergi untuk selamanya tapi kenapa gue susah sekali buat move on… bahkan Allah sudah menghadirkan sosok wanita cantik bernama Azizi langsung datang ke hadapan gue kemarin… tapi tetap saja separuh jiwa gue masih memikirkan Arlita…". Rahadian berbicara dari dalam hatinya, sembari ia menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskannya kembali. Tatapan mata Rahadian memang lurus ke depan seolah-seolah ia menikmati pemandangan pagi di balkon penthouse apartmentnya tapi pikiran dan jiwanya menerawang jauh entah kemana, sepertinya Rahadian mulai merasakan benih-benih cinta hadir di lubuk hatinya tapi disisi lain separuh jiwanya masih belum bisa melupakan sosok Arlita yang bisa dikatakan cinta pertamanya, walaupun Arlita sudah meninggal tapi rasa cintanya ke Arlita masih tumbuh melekat di hati dan jiwanya. "Apakah ini yang dilakukan kebanyakan orang First Love is never Die (cinta pertama itu tidak akan pernah mati)... Tampaknya memang gue lagi kena akan hal itu… sulit sekali gue melupakan Arlita… mungkin orang lain menganggap gue ini manusia bodoh… jujur gue sudah berusaha sekuat tenaga buat bangkit dan melupakan Arlita tapi semakin gue lawan semakin bayangan Arlita semakin kuat hadir… bahkan setiap sholat gue minta ke Allah agar gue bisa melupakan Arlita… tapi sama saja gue masih sulit untuk melupakan Arlita… bahkan Allah sudah menghadirkan sosok wanita bak bidadari bernama Azizi kemarin… tapi sama saja gue masih belum bisa melepaskan bayang-bayang Arlita… gue mungkin bisa menghadapi semua tekanan dari segala penjuru untuk urusan bisnis atau pekerjaan dan bahkan gue pasti akan fight mati-matian… tapi kalau urusan cinta dan perasaan jujur gue nyerah… gue selalu kalah dalam urusan cinta dan perasaan…". Rahadian kembali berbicara dari dalam hatinya tentang apa yang ia rasakan saat ini dan Rahadian tampaknya masih hanyut dengan pikiran dan perasaan yang belum bisa untuk bangkit dari keterpurukannya. Masih di hari yang sama tapi di tempat yang berbeda tepatnya jam 08.00 pagi terlihat sosok wanita cantik berambut panjang dengan postur badan proposional berkacamata mengenakan jas kemeja putih dibalut oleh jas berwarna hitam dan rok hitam juga, terlihat wanita itu tampak anggun sekali masuk ke dalam sebuah gedung perkantoran, dengan elegan ia berjalan masuk menuju ke gedung tersebut dan semua orang melihat pasti akan menoleh dan benar-benar pada saat itu ia menjadi pusat perhatian ternyata wanita itu adalah Azizi Nur Safa. Ini adalah hari pertama Azizi untuk bekerja di Perusahaan Rahadian sebagai sekretaris pribadi Rahadian, dan tampaknya memang Azizi berpenampilan sangat maksimal dan memang kecantikannya sudah tidak bisa diragukan lagi. Tidak berapa lama kemudian ia telah masuk di gedung tersebut dan berhenti sejenak kemudian ia mengambil handphonenya, tampaknya ia akan menelepon seseorang. "Selamat Pagi Pak Anwar… ini saya Azizi dan sekarang saya sudah ada di Lobby… kira-kira saya harus ke lantai berapa ya Pak… maaf ya Pak karena ini hari pertama saya kerja jadi saya masih harus menghubungi Pak Anwar". Ternyata Azizi sedang menelpon Anwar. Dari tempat yang berbeda Anwar langsung menjawab via telepon tersebut "Oh ya… Azizi kamu sudah datang ya… oke kamu tunggu saja di lobby dan saya akan segera kesana… ya sudah kamu tutup aja telponnya…". Anwar langsung memberikan instruksi ke Azizi agar menunggu dirinya di ruang lobby. "Baik Pak… terima kasih banyak…". Setelah mendapatkan jawaban dari Anwar Azizi pun langsung menutup telponnya. Azizi langsung duduk di salah satu sofa yang ada di ruang lobby, sambil melihat sekeliling ruang lobby gedung perusahaan tersebut. "Rahadian ini memang sosok yang hebat bisa memiliki perusahaan sebesar ini… apalagi di umurnya yang masih terbilang muda tapi perusahaan yang ia miliki benar-benar sudah bisa dikatakan perusahaan IT yang sangat besar bahkan sahamnya perusahaan ini sudah go publik alias Tbk (Terbuka)... Memang luar biasa sih… tapi kenapa kemarin penampilan Rahadian kayak gitu… bukan seperti layaknya seorang CEO ( Chief Executive Officer)... Jujur gue kaget aja penampilan Rahadian kemarin benar-benar tidak ke urus… rambutnya panjang bahkan mukanya juga hampir tertutup oleh kumis dan brewok nya…gue hampir tidak tahu dan mungkin tidak percaya kalau yang gue temui kemarin itu seorang Rahadian CEO (Chief Executive Officer)... kayaknya memang Rahadian masih terpukul dengan meninggalnya calon istrinya… tapi apa benar dari gosip yang beredar di media kalau calon istrinya itu bunuh diri karena lagi hamil tapi janin yang ada di perutnya bukan dari Rahadian… ah sudahlah bukan urusan gue juga yang penting gue sekarang sudah bisa kerja disini…". Azizi berbicara dari dalam hatinya tentang kondisi Rahadian yang ia lihat kemarin, tampaknya Azizi masih belum percaya jika yang ia temui kemarin itu adalah Rahadian CEO (Chief Executive Officer) tempat ia bekerja saat ini. Tak berapa lama kemudian… "Selamat Pagi Azizi… kamu nunggu lama ya… maaf tadi aku masih ngurus kerjaan dulu sebentar dan baru setelah itu turun ke lobby…". Anwar langsung menyapa Azizi yang terlihat masih duduk di salah satu sofa di ruang lobby depan gedung perusahaan Rahadian. "Oh Pak Anwar… iya tidak apa-apa Pak… saya juga tidak buru-buru juga…". Melihat Anwar menyapa Azizi pun juga langsung berdiri dan menyambut kedatangan Anwar sambil menanggapi pernyataan dari Anwar. Setelah ngobrol basa-basi sejenak, Anwar langsung mengajak Azizi untuk masuk ke sebuah lift dan menuju ke ruangan kerja yang akan digunakan oleh Azizi. Sesampainya di ruangan itu Anwar langsung mengajak Azizi masuk keruangan itu, ternyata ruangan kerja Azizi persis di sebelah ruangan kerja Rahadian dan terlihat ruangan kerja Azizi ini sangat sangat nyaman dan dimana disana terdapat meja dan kursi kerja yang elegan dan eksklusif serta dilengkapi oleh PC (Personal Computer) yang canggih yang nantinya akan digunakan Azizi untuk bekerja, dan konsep interior dari ruang kerja Azizi juga membuat Azizi kaget karena memang desain interior ruangannya sangat elegan dan ekslusif. "Wah gila… keren juga ya ruangan kerja gue… gak nyangka gue bakal bisa kerja di sini… dan semuanya juga terlihat baru semua… bakal betah gue kayaknya kerja di sini dan gue juga udah gak sabar untuk langsung kerja di sini…". Azizi berbicara dari dalam hati setelah melihat ruang kerja yang cukup luas dan elegan serta eksklusif, hal itu membuat Azizi tampak puas dan ia juga terlihat tidak sabar ingin langsung bekerja di Perusahaan milik Rahadian itu. Azizi tampaknya sedang mengagumi ruang kerjanya apalagi ruang kerjanya semua disekat dengan kaca jadi semua aktivitas terlihat, untuk ruangan atas memang ruangan khusus untuk para petinggi, dan beberapa staf penting perusahaan dan tepatnya di sana ada ruang kerja Rahadian dan di samping langsung ruang kerja Azizi dan selanjut baru ruang kerja Anwar dan para staf petinggi yang lain, jadi memang Rahadian mendesain ruangan kerja ini secara transparan agar semua aktivitas itu apa adanya tidak ada yang ditutupi atau di rahasiakan, memang sungguh konsep ruang kerja yang sangat kondusif sekali bahkan dengan interior ruang kantor yang sangat elegan dan eksklusif sehingga membuat orang yang bekerja di situ akan betah berjam-berjam duduk di ruangan kerja tersebut. "Azizi… ini ruang kerja kamu dan mulai hari ini kamu sudah resmi kerja di sini… Oya ini surat pengangkatan kamu dan ini Id Card mu jadi Id Card ini untuk all access di semua ruangan gedung ini, jadi hanya orang tertentu saja yang bisa naik ke lantai 25 ini karena memang ini ruangan kerja untuk para petinggi perusahaan ini… jadi aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan yang diberikan perusahaan ke kamu dan jangan sampai di salah gunakan ya… dan ini berkas SOP (Standar Operasional) pekerjaanmu di sini… jadi semua tugas dan pekerjaan mu di sini ada di SOP (Standar Operasional) ini… jadi nanti kalau bisa langsung kamu baca dan pahami serta kamu langsung praktek kan… kalau kamu masih bingung dengan tugas dan pekerjaan mu jangan sungkan untuk bertanya ya… jangan sampai gara-gara kamu sungkan nanya jadinya kerjaan terbengkalai… dan yang paling penting semua rahasia perusahaan jangan sampai bocor ke luar apalagi ke perusahaan lain… kalau kamu ketahuan membocorkan rahasia perusahaan Pak Boss Rahadian tidak segan-segan akan memecat kamu secara langsung… dan itu harus kamu ingat ya…". Anwar langsung saja menjelaskan ke Azizi tentang semua tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan oleh Azizi secara detail. Azizi pun langsung menjawab "Siap Pak… saya akan kerja dengan baik di sini… dan semua yang Bapak katakan tadi akan selalu saya ingat… saya juga akan menjaga semua kepercayaan yang telah diberikan oleh perusahaan terhadap saya… sebelumnya saya juga terima kasih banyak karena sudah diberikan kepercayaan untuk bekerja di sini…". Dengan senyuman manis Azizi menanggapi semua instruksi dari Anwar. Di saat Anwar dan Putri lagi fokus berbicara tentang pekerjaan. Tiba-tiba saja… "Selamat Pagi Pak Anwar dan Azizi… kalian sudah ada di kantor ya…". Terdengar dari belakang Anwar dan Azizi ada suara yang menegur menegur mereka berdua. Mereka berdua kaget dan langsung menoleh ke belakang dan apa yang terjadi. "Aaah… Pak Boss sudah ke kantor lagi…!!!". Anwar dan Azizi tampak kaget dan mereka berbarengan kompak mengatakan hal itu. Mereka berdua hanya bisa diam tertegun melihat kehadiran Rahadian pada saat itu. "Ya Allah ini Rahadian yang gue temui kemarin… kenapa dia bisa seganteng dan sekeren ini… kemana kumis dan brewok serta rambut berantakannya… Ya Allah kok Rahadian berubah menjadi Ganteng dan cool seperti ini…". Azizi langsung terdiam dan membisu ia hanya berbicara dalam hati karena ia sangat terpesona dengan kegantengan dan aura ketampanan dari Rahadian. Entah apa yang terjadi kenapa tiba-tiba saja Rahadian hari ini datang dan hadir tanpa pemberitahuan apa-apa bahkan Rahadian benar-benar berpenampilan layaknya seorang CEO (Chief Executive Officer) dengan rambut pendek rapi menggunakan jas berwarna hitam dan celana hitam serta di dalam jas ada kemeja putih bersih benar-benar ini Rahadian yang dulu sudah kembali lagi bahkan rambut panjang semrawut nya dan brewok panjangnya sudah tidak ada sama sekali yang ada sekarang sosok Rahadian yang super tampan dan cool , apa yang terjadi sebenarnya kenapa Rahadian bisa berubah dalam sekejap saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN