Daniel membawa Ayuni pulang ke rumahnya, sebuah rumah yang berada di kawasan elit dekat dengan pusat perbelanjaan kota Jakarta.
Ayuni terbelalak saat dia melihat betapa luasnya rumah yang terlihat seperti istana tersebut, gadis kampung namun cantik itu menoleh ke arah Daniel yang saat itu mempersilahkan gadis tersebut untuk masuk ke dalam rumah.
"Masuklah, ini rumah kamu sekarang," ucap Daniel
Ayuni terdiam, dia seperti orang norak ketika pertama kali datang ke rumah luas tersebut.
Jendelanya sangat besar dan lantainya terbuat dari marmer yang mengkilap.
"Pak, rumahnya bagus banget, saya baru pertama kali melihat rumah sebagus ini," ucap Ayuni
Daniel tertawa mendengar penuturan tersebut dia membuka pintu dan membuat Ayuni tertegun, betapa luasnya rumah yang seperti istana ini bahkan saat mereka membuka pintu sebuah piano klasik sudah menanti di tengah ruangan.
"Gede banget rumah nya pak," lagi lagi Ayuni merasa takjub ketika melihat rumah Daniel
Kemudian dia menatap ke arah pria tampan tersebut usia Daniel mungkin sekitar 35 tahun, tapi dia masih terlihat muda.
Wajahnya sedikit blasteran namun ada bias seperti wajah timur tengah.
Dia benar-benar tampan luar biasa dan tentu saja tanpa harus membayar banyak pun, Ayuni mau tidur dengan laki-laki tampan itu, ditambah sekarang dia sudah menjadi suaminya, walaupun hanya nikah kontrak setidaknya Ayuni bisa tinggal dan berada di dalam pelukan laki-laki tampan tersebut.
"Duduk Ay," ucap Daniel.
"Mbok Min, ambilkan minuman untuk Ayuni,"ucap Daniel yang saat itu setengah berteriak memanggil pembantunya yang sedang berada di belakang rumah.
5 menit kemudian 2 buah cangkir teh manis tersedia wanita setengah baya itu mempersilakan Tuan mudanya untuk meminum teh buatannya
"Mbok Min, perkenalkan ini adalah Ayuni, kamu tahu kan setiap perempuan yang saya bawa ke sini dan status mereka apa?" Ucap nya
Setengah baya itu menganggukkan kepalanya cuma dia kemudian berpamitan kembali ke dapur untuk membuat makan siang.
"Minum, Ay," ucap Daniel
Gadis itu menganggukkan kepalanya, lalu meminum teh manis buatan mbok Min.
"Sekarang kamu adalah istri saya dan kamu tahu tugas seorang istri itu seperti apa? Nomor satu...kamu harus melayani saya dengan baik, karena itu adalah perjanjiannya, dan saya sudah mentransfer uang cukup banyak ke rekening kamu, apa sebelum kamu menikah dengan saya, kamu sudah melakukan pengecekan area intim mu ke dokter kandungan, setidaknya aku menginginkan seorang perempuan yang masih bersih," ucap Daniel
Gadis cantik itu menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia gemetaran sekaligus takut karena dia tahu bahwa hari ini dan ia akan meminta jatah malam pertama kepadanya.
Dan Ayuni tidak mungkin menolak karena Daniel sudah memberikan uang cukup banyak kepadanya.
"Maaf pak, jujur saja ini adalah malam pertama buat saya dan saya belum pernah tidur dengan siapapun, saya sudah melakukan pengecekan ke dokter kandungan dan semuanya bersih tidak ada satu penyakit apapun, jadi anda tidak perlu khawatir," ucapnya
Daniel tersenyum menatap ke arah gadis cantik tersebut, dia membetulkan posisi rambut panjang hitam milik gadis tersebut yang tersingkap menutupi sebagian wajahnya.
"Kamu tahu kenapa aku memilihmu?"
Ayuni menggelengkan kepalanya
"Karena kamu memiliki mata yang indah besar tapi terlihat sayu dan aku menyukai hal itu," puji Daniel
Ayuni tersipu malu, sebagai gadis desa tentu saja dia baru pertama kali merasakan sebuah pujian yang cukup menghangatkan perasaan nya
Terlebih lagi pria tampan yang memujinya, bagaikan terbang ke langit ketujuh dibuatnya
Daniel membuka jasnya lalu meletakkan jas tersebut di sisi sofa.
"Saya tidak mau bertele-tele dan kamu sendiri tahu bahwa saya menikahi kamu karena satu hal sekarang kamu harus memberikan tubuh kamu kepada saya," ucap pria tersebut sambil menunjukkan arah sebuah kamar yang terletak di dekat kolam renang
Ayuni berdiri setelah mendapatkan isyarat dari Daniel untuk mengikuti langkahnya.
Daniel membuka pintu kamar dan memperlihatkan sebuah ruangan bercak abu-abu yang sangat luas serta kasur king size seperti kerajaan.
"Masuklah," titah Daniel
Dengan langkah ragu-ragu, Ayuni masuk ke dalam kamar tersebut dan ia hanya tersenyum melihat tubuh gadis itu dari atas sampai kaki
Cukup seksi dan bodynya lumayan menantang.
Daniel yang sudah merasa b*******h saat melihat tubuh perempuan itu, langsung memeluknya dari belakang, tentu saja Ayuni tersentak kaget dengan sikap Daniel yang tiba-tiba
"Pak jangan begini," ujarnya
Daniel menghirup aroma tengkuk leher perempuan itu dan membuat Ayuni memejamkan matanya menahan geli.
"Geli pak," ucapnya
Daniel tertawa, jemari tangannya mulai menelusup meraba setiap lekukan tubuh perempuan itu lalu meremas dadanya dan membuat ayuni tersentak kaget, jujur saja dia baru merasakan remasan tangan besar yang berada di tubuhnya.
"Pak," tutur perempuan itu dengan bibir gemetaran namun dia tidak ingin menolak pesona pria tampan yang kini berada di pelukannya.
"Aku adalah orang yang suka bicara blak-blakan dan melakukan tindakan secara agresif, kau tidak bisa menahan hasratku, mungkin kau akan kaget dengan kebrutalan ku, tapi aku janji aku tidak akan menyakitimu, karena aku tahu ini adalah pengalaman pertama bagi kamu," ucapnya
Jantung Ayuni berdetak sangat kencang, dia benar-benar ketakutan, tapi saat dia menatap wajah pria tampan tersebut, hati kecilnya mengatakan kalau dia harus menyerahkan dirinya kepada pria tampan yang sudah menjadi suaminya itu.
Daniel menuntun Ayuni dan merebahkan tubuh perempuan itu ke atas ranjang, Ayuni menurut dan membiarkan pria itu menjamahnya
Dia mengangkat dress milik Ayuni dan memperlihatkan paha putihnya, tentu saja hasrat milik Daniel semakin meningkat.
He kiss her, sementara Ayuni hanya bisa bergidik gemetaran.
"Geli banget pak," ucapnya
Daniel menyukai suara tersebut, dia langsung mengusap pipi perempuan itu dan menatap wajah Ayuni dalam dalam, sebuah ciuman kembali dia berikan di bibir perempuan cantik tersebut, namun Ayuni yang belum pernah berciuman dengan siapapun, tampak terlihat kaku namun Daniel memahami kekakuan itu.
Wajar sekali, karena dia adalah gadis desa yang belum pernah terjamah.
Ayuni merasakan bibir hangat pria tampan itu menyentuh bibirnya, terlebih lagi saat pria itu melumat bibirnya dengan lembut, dan entah kenapa Ayuni seperti terbawa suasana, dia melengkungkan tubuhnya seolah-olah terhipnotis dengan ciuman yang Daniel berikan.
"Tampaknya kau menyukai ciuman ku," ucap Daniel
Ayuni tersipu malu karena Dengan bodohnya dia menyodorkan bibirnya seolah-olah yang menginginkan lebih.
Daniel mengelus pipi perempuan itu dan membuat jantung Ayuni seperti ingin meledak, terlebih lagi saat pria itu membuka dress milik Ayuni dan menutup dadanya.
"Pak,"
Daniel tersenyum, wajah perempuan cantik dan polos itu sangat luar biasa, Daniel sering bertemu dengan banyak perempuan, tapi Ayuni berbeda.
Daniel melakukan malam pernikahan dengan perempuan itu dan Ayuni dibuat klepek-klepek, ini adalah pengalaman pertamanya melakukan sebuah hubungan intim, namun baru disentuh saja bulu kuduk Ayuni sudah meremang.