Keterusan

1019 Kata
Ayuni keluar dari dalam kamar mandi, setelah berhubungan pleasure, perempuan tersebut langsung mandi dan membasahi rambutnya. Tentu saja hal untuk membuat Daniel melotot karena pasion nya yang kembali meningkat saat dia menatap rambut panjang perempuan tersebut yang basah dan air menetes dari rambutnya tersebut. Daniel semula merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu dia pun segera bangkit dan duduk, dia tersenyum lebar menatap kemolekan perempuan tersebut. Sepertinya dia tidak salah pilih perempuan kali ini, perempuan desa yang dia bawa tersebut sangatlah seksi dan juga cantik, bahkan tubuhnya sintal dan selalu ingin menyentuhnya "Yun, lihat kamu baru mandi seperti ini bikin aku ingin melakukannya lagi," ucap Daniel Perempuan itu menggelengkan kepalanya, dia baru saja melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya dan dia masih merasakan sakit di area intinya tersebut bahkan terdapat noda darah di sprei lalu Daniel ingin menambah hubungan intim tersebut untuk kedua kalinya Rasa nya, Ayuni masih trauma. Ayuni tidak bisa membayangkan bagaimana milik pria tersebut kembali masuk ke dalam area nya dan membuat Ayuni bergetar hebat. Jujur saja, untuk pertama kali melakukan hal tersebut sangatlah sakit, terlebih lagi Ayuni belum terbiasa, Berbeda dengan Daniel, yang telah menikah 5 kali, tentu saja gerakan dan juga sentuhan pria tersebut membuat Ayuni lupa akan rasa sakit tersebut untuk sementara waktu "Area inti saya masih sakit pak, rasanya ngilu, bisa kasih saya waktu, tapi nggak sekarang Saya takut, tolong pahami saya," ucapnya Daniel tertawa terbahak-bahak saat perempuan itu mengatakan hal tersebut, ini benar-benar lucu, mungkin saja dia sedikit trauma ketika miliknya tiba-tiba masuk ke dalam area nya dan membuat ayuni menjerit kesakitan. "Ayolah Yun, saya janji gak bakal lama kok, maaf habisnya kamu itu duduk di depan meja rias cuma pakai handuk aja, itu kan bikin saya penasaran lagi," pungkasnya Ayuni menelan ludahnya kasar, jika dia menolak maka itu sama saja dia membangkang suaminya tapi jika dia menerima keinginan pria tersebut, yang ada area sensitif nya semakin sakit akibat gempuran pria itu yang benar-benar menggila. Ayuni sampai tidak bisa bernafas karena goyangan maut dari laki-laki itu, tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau Daniel itu sangatlah tampan. Ayuni yang semula menolak akhirnya pun bangkit, dia berdiri dan membuka handuknya, tentu saja Daniel langsung menarik tangan perempuan tersebut dan menjatuhkan yang diatas kasur. Daniel seperti hewan buas yang sangat ini sedang b*******h, dia langsung menikmati kembali perempuan yang baru saja mandi dan wangi sampo serta sabun mandi tersebut "Pak," suara Ayuni terdengar gemetaran Daniel tidak perduli dengan desahan perempuan ttersebu, saat ini, Daniel hanya memikirkan dirinya sendiri. Ayuni dia merasakan sensasi bergetar, hingga akhirnya, percintaan untuk Ayuni selesai tapi tidak untuk Daniel. "Pakkk...." Daniel tersenyum lebar, Untuk pertama kalinya, Daniel terus tertarik pada Ayuni. Dia belum merasakan perasaan apapun pada Istri-istrinya terdahulu. Ayuni terus menaham suaranya dengan nafas berat yang tertahan Perempuan itu seperti baru saja mendapatkan jackpot, selain, dia mendapatkan laki-laki tampan berdarah Belanda, dengan perutnya yang sixpack seperti roti sobek, Daniel juga sangat kaya dan parfum nya benar-benar beraroma maskulin Oh...satu lagi, dia juga gagah. Saat Ayuni dipertemukan oleh Daniel, Ayuni tidak menolak, karena Daniel memiliki pesona tampan luar biasa meskipun usianya sudah 35 tahun, terlebih lagi wajahnya bule dan uangnya sangat banyak. Ayuni tidak perlu lagi capek-capek turun ke ladang untuk berkebun ataupun ke sawah dan bekerja panas-panasan, sekarang dia hanya perlu meladeni hasrat kuat Daniel dan mendapatkan uang setiap bulannya serta kehidupannya terjamin di Jakarta. Siapa yang bisa menolak pria setampan itu, meskipun hasrat nya sangat besar, pria itu sangatlah tampan dan Ayuni pun mulai tergila-gila, bahkan dia merelakan dirinya terus digempur habis-habisan oleh laki-laki tersebut. Daniel mencium dahi perempuan yang masih muda tersebut, lalu dia pun mempercepat gerakannya sampai membuat Ayuni memejamkan matanya berkali-kali, Daniel tertawa senang, perempuan desa ini sangatlah seksi dan juga pintar membangkitkan passion nya. Daniel kemudian segera beranjak ke kamar mandi setelah menggempur perempuan itu dan membersihkan seluruh tubuhnya. Sementara Ayuni hanya tersenyum ketika melihat tubuh sixpack pria tersebut, Selesai mandi, Daniel memakai kemeja hitam dan juga jam tangan mahal pria itu menoleh ke arah Ayuni "Mau ke mall?" Tanyanya Ayuni mengerutkan keningnya "Mall?" Tanyanya penasaran Daniel tertawa "Iya, mall. Apa kamu belum pernah pergi ke tempat seperti itu sebelumnya, aku akan ngajak kamu makan di sana sambil ngopi dan menikmati waktu, anggap saja kita sedang bulan pacaran," pungkas Daniel Ayuni tersenyum lebar, setelah mandi, dia pun mulai berpakaian dan memakai make up tipis meskipun make up nya sangat tipis tapi dia benar-benar terlihat cantik, persis seperti namanya yaitu Ayuni Daniel langsung genggam tangan perempuan itu dan mengajaknya turun ke lantai bawah lalu dia menoleh ke arah pelayannya yang saat itu berada di ruang tengah sedang membersihkan ruangan. "Rapikan kamar saya, Saya ingin pergi sebentar, pastikan tidak ada yang kotor di atas ranjang," ujarnya Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung naik ke lantai atas untuk membersihkan kamar majikannya, sementara Ayuni dan Daniel segera pergi masuk ke dalam mobil Pria tampan itu menoleh ke arah Ayuni yang terlihat cantik dan manis, rasanya Dia selalu ingin menyetubuhi perempuan itu. "Ini adalah kartu ATM untuk kamu, saya sudah mentransfer uang ke rekening itu, pakai untuk keperluan mu, jangan lupa... Beli baju yang bagus agar kamu terlihat cantik di hadapan suamimu ini, " ucapnya Ayuni menganggukkan kepalanya, jujur saja.. Dia bingung dengan ATM tersebut. Selama ini, dia belum pernah menggunakan kartu ATM untuk mengambil uang. Katakanlah, Ayuni adalah gadis desa yang bodoh dan tidak tahu apapun. Tapi dia cukup beruntung, karena di nikahi seorang milyuner tampan kaya raya seperti Daniel Smith. Ayuni duduk di ruang makan, kemudian seorang pelayan muda mendekatinya. "Permisi nyonya, perkenalkan, nama saya Dian, mulai hari ini, saya adalah pelayan pribadi anda," ucapnya Tentu saja Ayuni terkaget, seumur hidup, dia baru merasakan, dilayani oleh seorang pelayan seperti ini. " Ayuni, " sahut Ayuni Mata mereka bertemu, Diam berharap, dia melayani majikan yang baik, Tidak seperti majikannya yang dulu, mantan istri Daniel Smith kerapkali bersikap sombong setelah mereka menjadi nyonya besar di rumah ini. "Jika anda membutuhkan sesuatu, panggil saya saja, sedangkan mbok Irah, bertugas memasak dan membersihkan rumah, lalu pak Agung, penjaga mansion ini, saya akan mengajak anda berkeliling setelah sarapan, " ucapnya Ayuni tersenyum senang, setidaknya, di rumah ini, dia memiliki seorang teman.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN