Flashback on "Ngapain kamu kesini? Tau darimana kalau aku..." "Ta, please jangan menghindar lagi. Please..." Rangga berusaha meraih tanganku tapi aku menepisnya. Aku menatapnya nanar. Aku tidak percaya dia berani datang sampai kerumahku. Darimana dia tau? "Apa yang kamu mau?" Sahutku acuh. "Bisakah kita berdua bicara dengan kepala dingin? Secara dewasa? Sebagai orangtua?" Aku terhenyak dengan perkataannya. Dia sudah tau! aku tetap diam menjaga raut wajahku. Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa dan Rangga duduk didepanku. Kami diam selama beberapa menit. "Apa kabar Cinta?" Tubuhku meremang mendengar suaranya. Sekian tahun aku tidak melihatnya, dia tidak banyak berubah. Wajahnya masih tampan seperti dulu, ditambah guratan yang semakin mematangkan penampilannya. Matanya, masih teduh, seper

