Romi merasa iba, beberapa bulan menjalin komunikasi dengan Bening membuatnya merasa sedikit mengenal gadis itu. Romi pun bingung dengan perasaannya sendiri, kenapa dia bisa merasa lega saat gadis itu memintanya untuk tidak memberitahu Glass tentang kehamilannya. [Aku turut berduka cita] Romi mematung setelah mengetikkan pesan, hingga tak sadar Glass sudah berjalan mendekat ke arahnya. Pria itu pun seketika mengunci layar ponsel dan memasukkan benda pipih itu ke dalam kantong celana. “Apa Aline?” tanya Glass sedikit curiga. “Hem … dia berkata akan datang menemuimu malam ini.” Glass hanya berdecak dan tersenyum miring. Pemuda itu berjalan sambil memasukkan sebelah tangan ke saku celana dan meninggalkan Romi di belakang. Meski selama setengah tahun lebih mereka selalu bersama, tapi

