Bab 38

1689 Kata

Romi yang ikut masuk ke dalam kaget, dia buru-buru memalingkan badan saat bodyguard Aline ternyata hanya mengikuti sampai kemana Bening masuk. Bodyguard itu buru-buru keluar sambil meletakkan ponsel di telinga kanan. Romi curiga pria itu menghubungi Aline. Ia memutar tumit menoleh ke arah Bening yang duduk menunggu giliran masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Keningnya berkerut memikirkan apa yang mungkin saja terjadi. “Mungkinkah dia hamil?” gumam Romi di dalam hati. “Apa Aline selama ini tidak seratus persen percaya padaku?” lanjutnya kemudian tertawa ironi. ??? Sementara itu Glass benar-benar pergi ke kampus, tujuannya hanya satu. Mendatangi Elisa dan Dimas untuk melabrak dua orang itu. Glass melihat Dimas yang duduk bersama teman-temannya dan langsung menyiramkan segelas es teh ke m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN