Di dalam kamar .... Setelah selesai mandi lalu mengenakan pakaian, Devan tidak segera keluar kamar untuk menemani Eliana yang ia yakini sedang membuat makanan, tapi malah mengambil CV di salah satu rak walk in closet-nya lalu duduk di tepi tempat tidur hanya untuk memandang foto di ijazah sekolah dasar milik Eliana. Bibir Devan tersenyum tipis saat memandang wajah yang tidak banyak berubah dari terakhir kali ia tinggalkan dulu. “El, aku pikir perjuangkan cintaku padamu hanya cukup dengan berkeliling kota Jakarta mencarimu setelah belasan tahun aku meninggalkan Indonesia. Lalu ketika bertemu kembali kita bisa langsung menikah. Tetapi kenyataan yang terjadi sangat jauh dari harapanku, kamu tidak mengenali si gendutmu ini, bahkan enam tahun lebih kita bersama kamu tetap juga tidak mengena

