Ide Eliana

1906 Kata

“Bi—bisa, Pak,” balas Eliana ragu. “Kalau begitu aku tunggu kabar darimu.” “Baik, pak.” “Aku ingin secepatnya karena setelah kencan itu aku ingin fokus ke tujuanku.” “Tujuan, Pak?” tanya Eliana penasaran. “Iya, tujuan utama untuk jodohku.” “Apa itu, Pak?” Devan tersenyum lalu tangannya kembali mengusap-usap kepala Eliana. “Kamu tidak perlu tahu itu. Kamu hanya perlu menghubungi wanita-wanita yang siap berkencan denganku, lalu mengatur jadwal kencannya, setelah itu memberitahu aku." Eliana langsung menunduk untuk meminta maaf. “Maafkan pertanyaanku, Pak.” “Tidak apa-apa. Itu bukan kesalahan.” “Terima kasih, Pak.” “Ya sudah, sambil menunggu pria tua itu pergi dari unitmu, aku ingin kamu membuat hot chocolate untukku.” “Baik, Pak.” Eliana menoleh dan siap melangkah, tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN