“Mengganggu saja!” ujar Reino kesal karena cumbuannya dihentikan. Eliana tersenyum melihat kekesalan kekasihnya. “Sudah, pulang sana,” usirnya sambil menahan senyum. Senyum Eliana seketika memikat Reino yang membuat ia semakin enggan berpisah, hingga tangan di punggung Eliana ia pindahkan ke bibir yang basah karena lumatannya. “El,” panggil Reino lembut saat membelai bibir bawah Eliana dengan ibu jarinya. “Kenapa? Masih mau lagi?” Eliana bertanya dengan nada galak yang dibuat-buat karena yakin kekasihnya itu masih ingin mencium. “Mau dengarkan aku sebentar saja?” “Sejak tadi kamu banyak bicara, kenapa sudah mau pulang baru meminta izin ingin didengarkan?” “Aku serius, El,” pintanya memelas. Melihat tatapan Reino yang memelas, Eliana langsung mengubah ekspresi galaknya menjadi seriu

