Minggu pertama Eliana mulai bekerja, Devan melihat Eliana tidak hanya gugup karena belum tahu sedikit pun ilmu tentang komputer dan perkantoran, tapi juga malu pada penampilan sendiri, terutama sikapnya yang belum pernah bergaul dengan orang-orang menengah ke atas hingga ada perasaan khawatir ia salah bersikap yang mungkin bisa mempermalukan Devan. Bahkan saat wakil komisaris mengenalkan ruangan satu ke ruangan lainnya, dari satu lantai ke lantai lainnya, Eliana berkali-kali memegang bagian bawah jas Devan ketika berjalan, sehingga begitu keduanya berada di ruangan CEO yang akan mereka tempati, Devan langsung bertanya pada Eliana. “Kenapa sejak tadi memegangi jasku terus?” “Aku malu dengan penampilan dan cara jalanku, Pak, karena tadi para sekretaris lainnya berjalan sangat elegan, se

