“TIDAK!” Isabella berteriak sekeras-kerasnya. Ia berusaha menjangkau Tobias lagi, mendorong mundur pria di hadapannya agar minggir lalu meninju wajah orang itu sekuat tenaga. Gadis itu berlari mendekati Tobias. Tidak sadar kalau dari arah belakang seseorang sudah mencengkeram rambutnya kuat dan menarik tubuhnya, kemudian menendangnya hingga Isabella terpelanting agak jauh. Dunia Isabella berputar sesaat karena ia tiba-tiba pening. Gadis itu cepat-cepat berguling saat orang itu berusaha menghajarnya lagi. Isabella menghindar selincah mungkin agar tidak menambah segala cedera yang sudah ia terima. Lengan kanannya terasa sakit, dan kaki kirinya juga berdenyut nyeri dengan mengerikan. Kini bertarung terasa lebih sulit karena pergerakannya saja membuatnya meringis kesakitan. Sambil menggertak

