Keesokan harinya, Isabella benar-benar telah sembuh. Gadis itu bangun dengan kondisi lebih baik. Tobias akhirnya terpaksa membatalkan rencananya untuk memaksa membawa Rosaline ke rumah. Sambil tersenyum bangga dan senang, Isabella melenggang di depan Tobias dengan acuh tak acuh. “Berhenti memamerkan tubuhmu, Claire. Aku percaya kau memang sudah sehat,” tegur Tobias saat lagi-lagi Isabella melintasi dan berlalu-lalang di kamar Tobias dengan hanya mengenakan jubah mandi. “Ah, jadi apakah Bapak akhirnya juga berpendapat kalau saya sudah sembuh?” Isabella mendekat dengan semringah. Tobias menarik napas pelan sambil kembali mendekati Isabella. Lagi-lagi memeriksa suhu tubuh gadis itu dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi Isabella. Terpaksa setuju karena Isabella benar-benar tidak dem

