Bab 43 Permohonan Maaf

1946 Kata

Tobias langsung menyerbu rumah ayahnya. Para pegawai seketika menegakkan tubuh begitu pria itu masuk. Pengawal yang biasa berlalu-lalang di dalam dan sekeliling rumah kini berkumpul di ruang tengah. Sebagian yang lain berada di depan setelah berusaha menahan kepergian penyusup. Di ruang tengah terdapat jejak darah berceceran. Lebih dari itu, tidak ada tanda-tanda situasi gawat lain. "Di mana Ayah dan Serena?" tanya Tobias panik. "Di kamar Tuan Besar, Tuan," jawab salah satu pegawai. Tobias segera melangkah menuju lantai dua. Beberapa bercak darah masih tersisa pada jalan menuju lantai dua. Pintu kamar ayahnya tidak terkunci, jadi Tobias segera melangkah masuk. Serena dan Santanio menoleh. Gadis itu sedang duduk di samping ranjang. Sementara Santanio terbaring tenang di kasur. Seoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN