Isabella menyeret kakinya menyeberangi kamar. Bunyi rantai berdenting saling beradu seiring langkahnya yang berjalan ke sana kemari. Ruangan itu berbentuk seperti kamar normal lainnya. Tampak terlalu bagus untuk disebut sebagai ruang tahanan. Ada ranjang, lemari, nakas, meja rias, dan perkakas standar lain. Sebuah rantai membelit pergelangan kaki Isabella, yang ujungnya terhubung dengan sebuah tiang dalam dinding, terpaku di sana dan membatasi pergerakan Isabella. Ia kini benar-benar terperangkap di sini. Panjang rantai hanya mengizinkannya menjangkau kamar mandi. Jadi, Isabella tidak punya banyak pilihan untuk berjalan-jalan ataupun merencanakan pelarian. Setelah nyaris seminggu di sini, pergelangan kaki Isabella benar-benar sudah lebam karena terus bergesekan dengan cincin belenggu itu.

