Daniel mengemudi seperti orang gila. Mereka seolah tengah dikejar setan atau memang tak sabar ingin bertemu seseorang di neraka. Namun, Tobias tidak protes sama sekali. Ia malah akan menggantikan Daniel jika pria itu berani menurunkan kecepatan. “Masih beberapa blok lagi,” ujar Tobias sambil memastikan layar ponsel. Daniel melirik ponselnya yang kini terpasang di dekat penyetelan musik. Titik-titik hologram penanda lokasi masih berkedip-kedip di layar. Tobias mengepalkan tangannya erat. Ia tidak mengenali tempat ini, hanya pernah melewatinya beberapa kali. Tidak ada bayangan apa pun mengenai apa yang akan mereka temui nanti di sana. Lokasi itu juga bukan salah satu dari tempat para organisasi musuh yang biasanya menentang Black Earth. Namun, tentu saja. Markas berkumpul akan selalu dapa

