Part 41

579 Kata

"Indahnya." Angel merentangkan tangannya menikmati indahnya pemandangan. Rindunya kini telah tersampaikan. Bukan rindu dengan kekasihnya, melainkan rindu dengan rumah pohon. Angel memanjat tangga demi tangga di pohon itu. Masalah menaiki pohon bagi Angel itu sangatlah mudah. Pohon yang jarang ada rantingnya pun dia bisa. Apalagi memanjat rumah pohon yang sudah ada tangganya, baginya diumpamakan seperti jari kelingking. Tak butuh waktu lama, Angel sudah berada di atas rumah pohon itu. Tas nya di letakan asal. Di bersender di lempeng rumah pohon itu. Tidak lama kemudian, Marvell muncul di depan Angel. Dia menyodorkan kantung kresek hitam berisi es krim. "Nih." ucap Marvel singkat. Tanpa babibu, Angel langsung menerima kantong itu. "Gue makan ya." Angel memakan es krim dengan rakus. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN