Bab 27

1888 Kata

Jemari Nadia memutih, ia mengeratkan kepalan tangannya. Mata hitam itu menatap nanar sosok Biru yang ada di hadapannya saat ini. Sebuah kabar tidak menyenangkan ia dengar tadi pagi, dan sekarang ia ingin mengonfirmasi semuanya. "Apa nggak bisa dipikirin lagi, Mas?" ucap gadis itu lirih. Rahang Biru mengeras, jelas sekali ia ingin menguatkan dirinya sendiri saat ini. Kalau saja ada pilihan lain, kalau saja ada opsi yang bisa menyenangkan semua orang. "Mas Biru nggak mikirin perasaan Cinta?" Diam. Biru tak sanggup berkata apa-apa lagi. Nadia menggigit bibirnya kuat-kuat. Rasa kecewa menelusup hatinya. Bukan hanya itu, ia juga marah. Rasanya semua bercampur aduk. Namun, ia paham. Bagaimanapun juga, berat bagi Biru untuk melakukan ini. Ia yakin, kalau bosa dia juga ingin melarikan diri. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN