Bab 19

1475 Kata

"Oh iya, atau Mas Biru cemburu ya lihat aku sama Cinta?"  Tenggorokanku terasa tercekat. Apa yang baru saja dia bilang? Rasanya ingin sekali aku memukul kepala laki-laki itu agar ia cepat sadar, dan jangan bilang sebentar lagi aku juga akan menjadi korban. "Menurut kamu, gimana, Cin?" Arah tatapan Langit berganti ke tubuh mungilku ini. Nah, kan! Apa aku bilang. Mimpi apa aku semalam Ya Allah ... ini sungguh memalukan?! Aku hanya memelototkan mataku ke arah Langit, membuat lelaki yang awalnya serius itu memuntahkan tawanya. "Santai aja, kenapa sih? Tegang amat. Cuma becanda gue." Langit mengibaskan tangan, lalu dengan entengnya ia menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekali lagi, ingin sekali aku memukul kepala lelaki itu sekarang juga. Tolong jangan cegah aku, tolong! Baru saja tangank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN