Bab 20

1784 Kata

Malam itu, entah mengapa ada sebuah rasa yang mengganjal dalam hatiku, seolah ada perasaan bersalah kepada Sang Kuasa karena aku telah mendua dariNya. Hatiku ini adalah milikNya, begitupun hati makluk adam itu, bagaimana mungkin aku lebih memikirkan makhluk ciptaanNya dibandingkan Dia? Berhijrah sepenuhnya pun aku belum sanggup, aku masih banyak cela dan kekurangan yang coba untuk kutambal sedikit demi sedikit, lalu apa pantas aku meminta lebih? Meminta seseorang yang belum tentu menjadi imamku? Tapi aku bisa apa? Bukankah rasa cinta itu anugerah dan tak bisa ditolak? Aku terduduk di atas sajadah dengan air mata yang mengalir pelan tanpa kusadari di sepertiga malam, waktu paling ajaib untuk menghadap Sang Kuasa. Aku ingin bercerita kepadaNya, menyampaikan semua keluh kesah yang ada di dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN