Bik Nis masih mencuri-curi pandang menatap kedua majikannya, ada yang salah. keduanya nampak akur, tidak seperti kucing dan tikus pagi ini. kedua sedang asik bercengkrama sambil menikmati sarapan pagi. wanita paruh baya itu memilih untuk melanjutkan menyapu di halaman, daripada memikirkan alasan kenapa kedua insan saling mengibarkan bendera putih. "Bik Nis udah sarapan?" Gibran bertanya setelah Bik nis menghilang. Dira masik asik mengunyah makannya. "Udah kok, apalagi tadi habis makan, dia bisa makan pisang goreng lagi," ujar Dira. Gibran meletakan sendoknya, kedua tanganya bertempu di atas meja, "dia kayak natap kita aneh, kayak iri gitu." Untung Dira sudah menyelesaikan makannya, jadi ia bisa tertawa mendengar prasangka Gibran. "Kak Gibran tuh, lucu bawaan curiga. Bik Nis mungkin lagi

