"Malem kak Gibran," ucap Dira wanita itu segera masuk kedalam kamarnya, sehabis drama keselek martabak di mobil, Gibran tidak bicara sepatah katapun, namun tatapan seolah ingin menerkam Dira. "eeh kak Gib, malah masuk kesini, salah kamar oi!" Dira berteriak nyaring setelah mendapati Gibran berbaring di ranjangnya, lelaki itu sudah selesai membersihkan dirinya, dan dengan lancang dia hanya memaik boxer saja. "Bangun kak, Dira mau tidur." Dira menarik paksa tangan Gibran, namun hasilnya nihil, lelaki itu sudah terbuai alam mimpi, bahkan saat Dira mencubit perutnya, Gibran pun tidak berkutik. Dira berdecak pelan, ia sudah lelah, kasihan juga kalau Gibran di bangunin, mau tak mau akhirnya Dira memilih membaringkan tubuhnya di samping Gibran.Hembusan napas Gibran terdengar teratur, lelaki it

