Semua anggota yang memiliki jadwal Bina Desa dari setiap pangkalan atau kampus, tengah berkumpul di lapangan. Bus-bus yang dipersiapkan juga sudah berjejer rapi. Panitia tampak mengecek kelengkapan seluruh anggota yang nantinya akan dibagi dalam tiap bus dan desa yang akan dituju. Tifa berbaris di depan bersama anggota lain di lapangan. Karena setiap bus akan menuju kecamatan kemudian dibagi lagi menjadi desa yang berbeda, tentu saja satu bus harus diisi oleh banyak orang secara acak agar di setiap desa nanti mereka tidak bercampur dengan satu regunya sendiri. Di sinilah nanti kita akan saling mengenal teman-teman lain dari berbagai daerah dan kampus. "Ayo, Tif!" seru Bela yang menarik tangan Tifa agar segera berjalan masuk ke dalam bus. Bela memilih satu bus dengan Tifa, biarlah merek

