Benar kata mamanya Abi, kalau paginya bisa dipastikan aku tidak bisa jalan. Dan benar saja, aku tidak bisa jalan dngan baik, terasa perih di bagian pangkal selangkangann ku. Setiap kali melangkah terasa perih, sedangkan pagi-pagi aku harus mulai membantu mama memasak masakan untuk sarapan. Aku tidak mungkin diam saja dan berlagak menjadi ratu, kan? Tidak tahu diri sdkali aku kalau sampai seperti itu. "Abi, kok sakit banget ya?" Tanyaku pada Abi yang baru sja keluar dari kamar mandi. Aku menyuruhnya lebih dulu mandi, padahal dia sudah beberapa kali menawarkan untuk mandi bareng pagi ini, tapi aku menolaknya. Aku hanya tidak mau kebablasan saja, takutnya kami tidak bisa ikut sarapan bareng keluarga. "Itu biasa terjadi, sayang. Palingan dua atau tiga hari lagi mendingan. Kamu mandinya pak

