"Jaga baik-baik mata adikku setelah ini, Ica. Aku percaya kamu bisa melakukannya, dan aku yakin karena itu lah adikku memilih kamu menjadi badan keduanya, setelah ia pergi meninggalkan kami," lirih dokter Abi penuh kepasrahan sebelum aku dibawa masuk ke ruang operasi. "Iya, Abi. Aku akan jaga pemberian dari adikmu dengan sebaik-baiknya. Katakan padanya kalau sangat berterima kasih, dan maaf kalau setelah ini aku tidak bisa mengantarkannya ke pemakaman terakhir," balasku. "Iya, aku antar kamu ke ruang operasi dulu, baru setelahnya aku mau pergi ke pemakaman." Kupasrahkan semuanya. Meski aku bisa melihat lagi dengan jalur menerima pemberian mata dari adiknya dokter Abi, tentu saja aku sedih dengan kepergiannya. Sejak awal aku berkata kalau aku tidak mau siapapun merasakan sakit hati, a

