Tamara menghimpit ponselnya di antara pundak dan pipi. Perempuan itu sedang kerepotan memakai sepatu sekolah sembari menelpon seseorang. Berharap kali ini berhasil dan nada sambung segera terdengar. Ia susah payah menghubungi Arion sejak kemarin hingga membuatnya frustasi tingkat dewa. Tamara terkesiap, dan langsung menyelesaikan ikatan sepatunya ketika nada sambung terdengar di seberang sana. "Halo?" Perempuan itu langsung sigap, memindahkan ponselnya ke telinga kiri, ketika suara seseorang terdengar. Akhirnya. "Hallo?" Entah karena hantaman apa, Tamara terdiam sejenak. Menelan air ludahnya karena aneh. Suaranya begitu familiar di telefon. Seperti bukan suara Arion. Tamara begitu mengenalinya, meskipun sudah bertahun-tahun mungkin tak pernah mendengar suara yang kali ini mirip dengan

