Usai makan bersama, Serli memilih pulang langsung dan yang lainnya kembali ke kantor karena alasan kurang sehat. Lagipula sudah waktunya jam pulang. Serli membantingkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamar sampai bayangan Tania yang memeluk Daniel kembali mengusik pikirannya. Huh, Serli paling benci seperti ini. Lagipula kenapa Daniel tidak berkata jujur padanya. Apa mungkin mereka masih berhubungan? Lamunan Serli tersadar saat ia merasakan getaran dari handphone nya. Ia mengeluarkan handphone nya dari saku celana jeansnya dan melihat beberapa pesan chat dari Daniel juga beberapa panggilan tidak terjawab. “Bodo amat ah. Siapa suruh gak jujur,” gerutu Serli mengabaikannya. Serli membuka akun media sosi

