Serli baru saja sampai di kantornya. Ia menggunakan sepeda motor matic nya tanpa di antarkan oleh Daniel, karena Daniel sedang sibuk di kantornya. Serli baru saja mendaratkan pantatnya di atas kursi kebesarannya. “Kopi?” tawar seseorang membuat Serli menoleh ke sumber suara. “Kak Haikal?” Serli sedikit kaget melihat Haikal berdiri di sampingnya dengan seulas senyum di bibirnya. “Kopi macciato kesukaan kamu.” “Kak, aku-“ “Jangan menolaknya. Aku sengaja membelikannya dan bukan hanya kamu kok. Lihat yang lainnya juga sudah aku belikan.” Seru Haikal membuat Serli melihat sekelilingnya yang memang benar tengah memegang gelas coffee. “Kalau begitu terima kasih Kak,” seru Serli

