“Serli….” Serli menghentikan langkahnya saat Haikal memanggilnya. Ia hendak pulang karena Daniel sudah menunggunya di depan sana. “Ada apa Kak? Aku sangat buru-buru,” seru Serli. “Ser, aku tau selama ini kamu terus menghindariku. Kenapa kamu melakukan ini, Ser?” tanya Haikal. “Emmm maksud Kakak bagaimana?” seru Serli berlagak polos. “Tolong beri aku jawabannya,” seru Haikal membuat Serli menegang di tempatnya. “Maafkan aku Kak. Tapi aku tidak bisa menerima Kakak,” seru Serli. “Tolong maafkan aku. Aku pergi.” Serli sedikit berlari keluar dari kantornya. Haikal ternyata mengejarnya dan memanggil-manggil nama Serli. Mendengar nama Serli di panggil, Daniel menoleh dan sedikit

