Rival

1282 Kata

Deru nafas terdengar memburu dengan jari yang menancap kuat di lengan pria itu. Sedangkan, Sagara tengah berusaha menahan rasa sakit akibat cengkraman tersebut. Diam-diam ia menelisik wajah Anindya yang menunjukkan sebuah ketakutan. Bibir pucatnya bergetar hebat dibersamai air mata yang mengalir deras. “You alright?” Sagara sedikit menunduk, mendalami ekspresi wajah wanita itu. Sementara Anindya belum sepenuhnya sadar bahwa dirinya sudah berada di kediaman Jayanegara. Mendengar suara Sagara, kepalanya langsung mendongak kemudian mengitari pandangannya ke segala penjuru ruangan. ‘Aku sudah disini lagi ternyata.’ Tubuhnya gemetar. Bayangan masa lalu tentang kematian kedua orang tuanya bagai potongan adegan yang berhasil menghancurkan pertahan dirinya. Selama empat tahun berusaha sembuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN